Tunjukkan Al Quran Ada Di Seluruh Dunia Lewat Museum Al Quran

KBRN, Yogyakarta : Bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat muslim untuk meningkatkan keimanan, dan ketakwaan kepada Allah SWT salahsatunya dengan mempelajari Al-Qur'an.

Mahyudin Al Mudra, Pembina yayasan Suluh Melayu Nusantara bahkan ingin membangun museum Al-Qur'an dengan terjemahan berbagai bahasa.

Museum itu, bukan lah sebatas gedung yang memajang Al Quran. Melainkan agar Al Quran bisa dibaca, dipelajari, dihapal dan diamalkan banyak orang. 

Dalam upaya mewujudkan museum Al Quran, sejak setahun terakhir, Warga Pandeyan Yogyakarta ini pun telah berhasil mengumpulkan sekitar 20 Al-Qur'an dengan terjemahan berbagai bahasa diantaranya Cina, Jerman, Turki, Vietnam, Malaysia.

Tidak hanya itu, ia juga sudah memiliki 3 Al Quran terjemahan bahasa lokal Indonesia, dua diantaranya bahasa Jawa.

"Yang dari Indonesia cukup banyak, lebih dari 20 tapi yang bahasa lokal, dari 20 bahasa lokal yang dicanangkan pemerintah itu kami baru memikiki 3. Itu terdiri dari 2 bahasa Jawa yang diterbitkan oleh Keraton dan yang disusun KH. Bisri Mustofa, dan ada juga yang berbahasa lokal lainnya.Yang luar negeri ada sekitar 20, termasuk Cina, Jerman, Turki, Champa, Malaysia, bahasa melayu dan berhuruf melayu. Huruf melayu berbeda dengan hijaiyah atau arab pada umumnya.Arab melayu ini di Yogya disebut huruf pegon huruf melayu Jawi atau arab gundul. Yang kaidah ada khusus, Malaysia ada 2 jenis al quran," jelasnya.

Mendapatkan puluhan Al-Qur'an terjemahan berbagai bahasa, bukanlah hal yang mudah.

"Al-Qur'an ini diperoleh dari negara-negara penerbitnya, dari teman-teman yang ada di sana menghubungi. Terus beberapa dari kami ada ke Kamboja, India hingga Jerman dan sebagainya. Alhamdulillah dengan adanya WhatsApp dan medsos saya bisa memiliki teman banyak dan meminta bantuan. Hasilnya banyak yang membantu, bahkan saat saya mau ganti uangnya mereka kebanyakan tidak mau," lanjutnya.

Mahyudin Al Mudra menambahkan, keberadaan museum Al-Qur'an dengan koleksi Al Quran dengan terjemahan bahasa berbagai negara di dunia ini juga untuk menunjukkan bahwa Al-Qur'an sebagai kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril itu ada di seluruh dunia.

"Jadi betul-betul bahwa Al-Qur'an itu sebagaimana dalam agama Islam merupakan rahmatan lil alamin, jadi ke seluruh alam dan di seluruh negara ada Al-Qur'an, bahkan beberapa memakai bahasa lokal masing-masing," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00