Munculkan Industri Baru Bidang Kerajinan dan Batik, Innovating Jogja Kembali Dibuka

KBRN, Yogyakarta : Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta didukung oleh Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri  Kementerian Perindustrian (BSKJI Kemenperin) mengadakan kembali  kegiatan Inkubasi Bisnis Teknologi Innovating Jogja   bagi masyarakat umum  berusia di bawah 45 tahun.

Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir online pada website innovatingjogja.id sebelum tanggal 30 April 2021 bagi lulusan SMA/SMK yang berminat mengembangankan usaha, mampu mengunakan komputer dan memiliki ide yang inovatif di bidang kerajinan dan batik.

"Kegiatan Innovating Jogja tahun ini merupakan Program Inkubasi Bisnis Teknologi di bidang Industri Kerajinan dan Batik," ujar Kepala BSKJI Kemenperin. Dr. Ir Doddy Rahadi, MT dalam sambutan peluncuran Innovating Jogja  2021, Kamis (18/3/2021).

Menurutnya, kegiatan Innovating Jogja tahun 2021 berfokus pada optimalisasi pemanfaatan teknologi pada proses bisnis para tenant yang memanfaatkan teknologi Inovasi yang berasal dari masyarakat (calon tenant) atau teknologi yang dimiliki oleh BBKB.

"Kegiatan ini selaras dengan perubahan fokus  BSKJI yang dahulu bernama Badan Penelitian dan Pengembangan Industri atau BPPI," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBKB) Yogyakarta, Titik Purwati Widowati mengemukakan, Inovating Jogja dilakukan mulai dari proses inkubasi yang sudah sejak awal pendaftaran, yang kemudian dilakukan proses seleksi persyaratan.

Jika sudah memenuhi syarat administrasi ditambahkannya, peserta Innovating Jogja membuat proposal terkait rencana pelaksanaan inovasi yang kemudian dipaparkan melalui presentasi.

"Kemarin yang ikut 97, sekarang masih masa pendaftaran sampai 30 April 2021," ujarnya.

Pihaknya menargetkan, jumlah peserta pada Innovating Jogja sekitar 100 calon dan 30 diantaranya akan dimasukkan dalam Both Camp.

"Begitu sudah masuk both camp mereka boleh menggunakan fasilitas apa yang di laboratorium kami," imbuhnya.

Setelah masuk both camp para peserta tenant akan melakukan presentasi penajaman bisnis, sehingga dipilih 5 tenant untuk mengikuti kegiatan inkubasi.

"Pada waktu akhir itu lebih kepada bagaimana yang lima bisa menjadi start up handal, misal ikut pameran tertentu, kita networkan sehingga pemasaran baik. Dan nanti akan mendapat fasilitasi bahan untuk memvisualisasikan ide-idenya," pungkasnya. (dyp-jos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00