Inovatting Jogja Munculkan 20 Industri Batik dan Kerajinan

Titik Purwati Widowati

KBRN, Yogyakarta : Innovating Jogja merupakan kompetisi inovasi usaha di bidang kerajinan dan batik untuk mencorong munculnya perusahaan-perusahaan rintisan (start up) di bidang tersebut.

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Titik Purwati Widowati mengatakan, program Innovating Jogja sudah berjalan sejak tahun 2016.

Selama waktu tersebut ditambahkannya, Innovating Jogja mampu menghasilkan industri baru di bidang kerajinan dan batik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya.

"Selain cukup mampu bersaing di kancah nasional, bahkan beberapa tenant lulusan Innovating Jogja sudah berhasil melakukan ekspor," katanya di BBKB jl. Kusumanegara Yogyakarta, Kamis (18/3/2021).

Secara total sejak 2016 hingga sekarang, Innovating Jogja telah membimbing 113 calon dalam kegiatan bootcamp dan 20 diantaranya berhasil lolos sebagai tenant inkubator teknologi bisnis.

"Kami merasa berbangga dalam pelaksanaan Innovating Jogja di tahun sebelumnya telah melahirkan industri-industri kerajinan yang masih bisa survive dan berkembang sampai dengan sekarang," tambahnya.

Menurutnya, starup yang mampu berkembang seperti Wastraloka, Janedan, Alra, Tizania Jumputan, Djadi Batik, Ramundi Diby Leather, Smart batik, dan Arane.Bahkan, beberapa diantara telah mencapai omset lebih dari Rp 500 juta/tahun.

"Startup-Startup diatas setelah lulus dari inkubasi innovating Jogja terus menunjukkan kinerja dan prestasinya," jelasnya.

Diungkapkannya, keberhasilan dari startup seperti Wastraloka mendapatkan Femina Award 2017, Janedan memperoleh Inacraft Award 2018, Tizania Jumputan memenangkan Juara I lomba Selendang Nusantara  dalam Gelar Batik Nusantara 2019, Arane mendapatkan Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020 dan Top Two Blibli Big Start 2019, Deby Leather mendapatkan Kriya Nusa Award 2019 serta produk Smart Batik digunakan oleh Ditjen Pajak sebagai seragam. (dyp/jos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00