Menggiurkan, Bisnis Ternak Jangkrik di Tengah Pandemi Covid

KBRN, Kulon Progo : Jangkrik adalah binatang yang masih cukup banyak ditemui di alam bebas, khususnya saat malam hari. Jika dulu saat kecil jangkrik banyak dicari untuk didengarkan suaranya, sekarang ini jangkrik sudah banyak dijadikan bisnis. Yuli Pamungkas (35) salah satu yang mengembangkan bisnis jangkrik tersebut. 

Salah satu sudut rumahnya yang berada di Pedukuhan Cekelan, Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, disulapnya menjadi lokasi ternak jangkrik. Dari bisnis kecil-kecilannya, Yuli mampu memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp 400.000 setiap bulannya dari dua kotak jangkrik yang dipelihara.

"Saya mulai menekuni usaha jangkrik ini sekitr tujuh bulan terakhir.Lumayan untuk tambahan, karena permintaan batako tengah sepi," ucap Yuli di rumahnya, Kamis (4/3/2021).

Yuli mengaku belajar ternak jangkrik dari tetangganya. Sebagai modal awal, Yuli harus mengeluarkan modal Rp 2.250.000 yang dipakai untuk membeli empat kotak kandang ukuran panjang 2,4 meter, pakan ayam broiler jenis BR, daun pisang kering (klaras) sebagai rumah-rumahannya, dan juga membeli satu kilogram telur jangkrik. 

"Saya memakai setengah ruang produksi batako untuk tempat ternak jangkrik ini. Alhamdulilah sudah bisa panen jangkrik setiap 30 hari sekali. Sekarang sudah mau panen yang keempat,” tutur Yuli. 

Pembesaran jangkrik memang cocok menjadi usaha sampingan. Hal yang sama dilakukan oleh Jumadiyo (25) warga Pedukuhan Kopat, Karangsari. Jamadiyo mengaku, melakoni usaha ternak jangkrik sejak tiga bulan belakangan dengan modal Rp8 ribu

"Usaha pembesaran jangkrik tidak rumit dan saling menguntungkan antara penyuplai telur dengan yang membesarkan jangkrik. Telur datang, ditetaskan, jadi jangkrik anakan, dibesarkan hingga siap dipanen. Pengepul datang untuk memanen dan saya sudah dua kali panen,” kata Jumadiyo.  

Jumadiyo mengatakan, pekerjaan ekstra yang dilakukan hanya menyemprot air ke jangkrik setiap tiga kali sehari. Agar pembesaran maksimal, Jumadiyo mencari pakan tambahan dari daun yang disukai jangkrik, seperti daun ketela, daun widuri hingga pepaya. 

"Kotak kandang juga harus selalu bersih untuk penetasan dan pembesaran selanjutnya. Tantangan lainnya, adalah predator telur dan jangkrik, seperti semut, cecak sampai tikus yang memakan telur," ujar Jumadiyo. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00