Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Melambung

Salah satu lapak pedagang di Pasar Argsosari, Wonosari. Foto : Istimewa

KBRN, Gunungkidul : Harga cabe di Kabupaten Gunungkidul, D.I Yogyakarta mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan tertinggi terutama terjadi pada jenis Cabai Rawit.

Pantauan di Pasar Argosari, Wonosari harga cabai rawit menyentuh angka Rp120 ribu per kilogram. Ini adalah harga tertinggi sepekan terakhir atau kenaikan sebesar Rp10 ribu.

"Harga ini termasuk yang tertinggi, biasanya dikisaran harga 100 ribu per Kilonya," tutur Enik Setyaningsih (42), pedagang sayuran di pasar Argosari, Wonosari, Selasa (2/3/2021).

Dia mengatakan, selain harga Cabai Rawit, harga jenis cabai lainnya juga ikut naik. Cabai merah keriting yang sebelumnya di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu kini menembus harga Rp 60 ribu per kilogram.

"Walau harganya naik tinggi, konsumen masih membeli cabai dengan jumlah normal, antara satu hingga satu setengah ons," sambung Enik.

Hal senada juga dinyatakan Deni (48). Pedagang sayur ini menuturkan harga dagangan cabainya sama dengan pedagang lainnya di Pasar Argosari. Walaupun dia kulakan dagangannya langsung dari rekanannya di Prambanan, Sleman. Deni menerangkan bahwa kenaikan harga Cabai naik terus-terusan. Kenaikan setidaknya terjadi 5 bulan terakhir.

"Kenaikan harga Cabai ini diperkirakan karena faktor musim penghujan. Sebab biasanya banyak persediaan cabai yang rusak akibat cuaca tersebut," lanjut Deni, pedagang asal Tawarsari, Wonosari ini.

Deni mengungkapkan, pengaruh harga yang melambung tinggi ini menyebabkan dia memilih mengurangi persediaan cabai yang dijual.

"Karena Pandemi secara umum jumlah pembeli menurun, stok saya biasanya 5 kilogram sehari langsung habis, tapi akhir-akhir ini pasti ada sisa terus," pungkas Deni. (wib/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00