Tempe Koro Kartini Laris di Tengah Mahalnya Bahan Baku Kedelai

KBRN, Kulon Progo : Dampak dari mahalnya garga kedelai impor, benar-benar dirasakan oleh produsen tempe atau tahu di Kulon Progo. Mereka ada yang menyiasati dengan mengurangi ukuran produksinya. Namun sebaliknya, justru ada pihak lain yang meraih keuntungan dari mahalnya kedelai, yakni pengusaha tempe koro, misalnya. 

Kartini (51) pengusaha tempe koro asal Pedukuhan 1, Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo mengatakan, mahalnya harga kedelai membawa berkah tersendiri. Pesanan mengalami peningkatan meski hanya sedikit.

Jika sebelumnya, hanya mampu menghabiskan 4-6 Kg Koro perharinya, sekarang ini dirinya mampu menghabiskan 5-8 Kg Koro perhari tergantung pemesanan. Untuk setiap 1 Kg Koro, mampu dibuat menjadi 8-9 bungkus  tempe koro. Setiap bungkus dijual Rp2 ribu 500. empe koro buatan Kartini, hampir selalu habis setiap harinya. Jika tidak habis, tempe koro tersebut kemudian dijual dalam bentuk tempe bacem. 

"Satu bungkus tempe koro, bisa menjadi 4 potong tempe bacem. Satu potongnya saya jual Rp 1000," ungkap Kartini.

Tempe koro buatan Kartini ini, diminati oleh semua kalangan. Selain kalangan guru, tempe koro juga diminati oleh generasi muda. Banyak dari mereka yang memesan melalui online maupun WA. Selain warga Kulon Progo, tempe buatan Kartini juga pernah sampai ke Jakarta dan Kalimantan.

"Tempenya belum saya jual dari di pasar. Mereka yang beli melalui online dan WA. Malam saya promo, kemudian ada yang pesan. Mereka ada yang minta diantarkan juga ada yang mengambil sendiri," tutur Kartini.

Dia menambahkan, tidak ada kesulitan untuk memperoleh bahan baku koro. Setiap harinya sudah ada suplier yang menyediakan bahan baku. Setiap kilonya, dihargai Rp8 ribu sampai Rp12 ribu. Tempe koro, bisa dinikmati sesuai selera. Jika sudah dibacem, bisa dimakan dengan geblek atau lainnya.

Sementara itu, Susanto Warga Galur, mengaku membeli tempe koro untuk dikonsumsi sendiri. Tempe koro dinilai nya tidak kalah enak dengan tempe kedelai.

"Saya makan sebagai camilan. Dibacem, dimakan bersamaan dengan geblek," ungkapnya. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00