Tinggi, Produktivitas Padi di Bulak Pronosutan Kulon Progo

KBRN, Kulon Progo : Produktivitas padi di Bulak Pronosutan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta lebih tinggi dari produktivitas rata-rata kabupaten.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan, petani bulak Pronosutan memiliki produktivitas tinggi, dengan menghasilkan 8,36 ton perhektar pada masa tanam (MT) 1 golongan 1. Jumlah ini lebih tinggi dari produktivitas rata-rata tingkat Kabupaten yaitu 6,6 ton perhektar.

"Produktivitas sangat tinggi, di atas rata-rata produktivitas Kabupaten," ucap Aris Nugroho usai kegiatan Wiwit Panen Raya Padi MT 1 di Bulak Sawah Kulon Pronosutan Kembang Kapanewon (kecamatan)  Nanggulan," ungkapnya, Kamis (7/1/2021).

Aris menambahkan, pada periode januari-maret, ada sejumlah wilayah di Kulon Progo yang akan panen raya, mulai dari Kalibawang, Nanggulan, Galur, Lendah dan sejumlah titik di Kapanewon lain. Luasannya yaitu 5333 Hektar. Dengan kondisi ini, maka dipastikan Kulon Progo akan surplus sehingga pangan akan terjamin. 

"Panenan ini akan berkelanjutan. Kita ada pola tanam padi-padi-palawija. Ini MT1 nya panen. Segera nanti akan tanam lagi dan nanti luasan yang ditanam sejak Januari hingga Maret akan seluas 8893 hektar yang akan panen di bulan Juni," terangnya.

Sekarang ini, lanjut Aris, di Kulon Progo tengah dikembangkan beberapa kluster. Pertama adalah varietas unggul lokal beras Menor, yang segera akan di sertifikat tingkat nasional menjadi varietas unggulan nasional. Jika sudah tersertifikasi, maka sejumlah keuntungan akan diperoleh petani. Selain on farm budidaya yang Produktivitas nya sangat tinggi, ini juga bisa agribisnis dari sisi perbenihan.

"Jika bisa dilepas di tingkat nasional, beras menor akan menjadi beras dengan produktivitas tertinggi di DIY, Seperti beras Mentik Wangi dan Rojolele," tuturnya. 

Sekarang ini, juga tengah dikembangkan pertanian organik di Jatisarono Nanggulan dengan luas awal yaitu 23 hektar, yang nantinya akan diarahkan menjadi beras premium. Kluster ketiga, juga tengah dikembangkan beras Nutrizinc, yang menjadi kontribusi sektor pertanian untuk mengatasi stunting. Beras Nutrizinc sudah disalurkan ke daerah rawan stunting melalui program sosial BPNT.

Sedangkan, Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengapresiasi Wiwit Panen Raya tersebut karena telah memberi kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi padi dan penyediaan pangan di Kabupaten Kulon Progo, sehingga setiap tahun terdapat surplus beras rata-rata 30.000 – 45.000 ton.

Di Kabupaten Kulon Progo, Hampir sepanjang tahun selalu ada panenan, baik di lahan yang beririgasi teknis, maupun pada lahan-lahan yang ber irigasi kecil/desa. Angka sementara produksi padi di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2020, yaitu sebesar 126.003 ton dengan luas panen 19.038 ha dan produktivitas 66,18 kw/ha. 

"Selain upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi/ cetak sawah yang sampai dengan saat ini sudah mencapai 205 ha, bersama denhan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Yogyakarta mengembangkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang mempunyai kandungan Zinc tinggi dan berperan dalam rangka penurunan kasus stunting di Kabupaten Kulon Progo," tutur Sutedjo. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00