Jogja Punya Peluang Digitalisasi Industri Wisata dan Ekonomi Kreatif

Seremoni potong tumpeng menandai pendirian Yayasan Omah Kreatf Center

KBRN, Yogyakarta : Situasi pandemi corona, mempengaruhi kebiasaan orang yang sekarang lebih banyak beraktivitas di rumah dibandingkan sebelum terjadi pandemi.

Dalam mengakses informasi maupun hiburan, mereka sangat tergantung kepada akses internet menggunakan smartphone. Kondisi itu bisa dijadikan peluang bagi Yogyakarta, untuk mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang berbasis digital.

Apalagi, kota dengan berbagai julukan ini, memiliki sangat banyak potensi sumber daya manusia (SDM) berkualitas, tidak hanya di bidang film saja, tetapi juga animasi, seni dan desain grafis, kerajinan hingga kuliner.

Pendiri Omah Kreasi Center Yogyakarta, Khoirun Nisa yang juga seorang pengusaha dari Jakarta itu, ingin mengoptimalkan semua potensi tersebut.

”Jogja itu merupakan pusat kebudayaan, pariwisata, pendidikan hingga ekonomi kreatif, lalu tingginya kualitas SDM dimana index pembangunan manusianya nomor dua setelah Jakarta,” ucapnya dalam peresmian Yayasan Omah Kreatif Centre di Yogyakarta, Jumat (23/10/2020).

Dirinya mengaku tertarik untuk mendirikan yayasan ini di Kota Gudeg yang sudah terbentuk komunitas digital. Melalui cara ini, Khoirun Nisa berharap dapat mewujudkan mimpinya, membangun Pusat Studi Kajian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berbasis teknologi informasi.

Apa yang disampaikan pendiri Yayasan Omah Kreatif itu, direspon positif Direktur Pemasaran Badan Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi yang sekaligus berharap, upaya tersebut bisa menumbuhkan perekonomian ketika terjadi krisis pandemi.

Dan ia pun menganggap, langkah ini sangat pas untuk kondisi sekarang, apalagi selama ini, Indonesia belum bisa mengoptimalkan kunjungan wisatawan mancanegara.

”Pangsa pasar wisatawan asing satu setengah milyar orang, sayangnya Indonesia itu baru kedatangan 16 juta wisman, artinya kita itu baru ikut makan kue sebesar satu persen saja,” ucap dia.

Pihak Kominfo siap memfasilitasi infrastruktur yang diperlukan, agar pemanfaatan teknologi digital di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya, bisa berlangsung masif.

”Apalagi yayasan ini memiliki misi memberdayakan orang-orang kreatif,” ungkap Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Gunawan.

Yang Kuat Bertahan

Sebagian masyarakat yang menghabiskan waktu di rumah selama masa pandemi, baik yang bekerja maupun belajar, sangat gemar mengakses aplikasi dan permainan game di smartphone mereka.

Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu memandang, kedua sektor industri kreatif itu, terbukti mampu  bertahan, saat krisis pandemi corona menyebabkan sektor industri lainnya terpuruk.

Sehingga cukup logis, jika peluang bisnis dua sektor industri kreatif di atas, sangat menjanjikan bagi yang menekuni.

”Karena eranya new normal ini segala aktivitas kan dilakukan di rumah, yang perlu kita sosialisasikan agar pelaku usahanya bangkit, transformasi digital dan terapkan protokol kesehatan dalam usahanya,” terangnya.

Selain itu, Yuke juga menyebut tiga hal kunci, agar pelaku ekonomi kreatif tetap bisa berkembang, antara lain konsistensi, inovasi dan kreasi.

Untuk itu, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah membuat kelas daring, diikuti pelaku ekonomi kreatif di 17 sektor yang ada. (ws/yyw).        

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00