Dorong Pertumbuhan UMKM Melalui Digitalisasi

terususaha_yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Guna mendukung perkembangan dan membantu adaptasi UMKM di DIY dalam tatanan kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19, salah satu platform layanan on demand Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Yogyakarta.

Program #TerusUsaha yang diluncurkan di Yogyakarta Selasa (14/7) melalui Webinar itu memiliki 6 solusi akselerasi bagi UMKM dengan melatih dan meningkatkan ketrampilan guna meningkatkan pengetahuan dan daya saing sekaligus mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah.

Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya menyampaikan, program #TerusUsaha sebagai solusi digitalisasi di era tatanan kehidupan baru bagi seluruh UMKM dan pekerja lepas di Indonesia termasuk Yogyakarta.

Menurutnya, program tersebut sebagai komitmen jangka panjang GrabForGood untuk memanfaatkan teknologi dan jangkauan Grab dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas UMKM serta individu dalam era ekonomi digital ini.

"Digitalisasi UMKM akan membantu bertahan dalam masa sulit, serta masa depan bisnis yang terjamin," katanya.

Dijelaskannya, situasi Dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, sehingga teknologi dan digitalisasi harus dapat dimanfaatkan UMKM agar tidak tertinggal, dan diharapkan dengan program #TerusUsaha dapat membawa perekonomian masyarakat lokal menjadi lebih baik.

Richard menambahkan, Grab juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mendigitalisasi ratusan pasar di Sleman lewat layanan GrabAssistant, serta menyediakan armada GrabExpress untuk pengantaran barang UMKM dari aplikasi SiBakul. Grab juga mengumumkan pembukaan Grab Merchant Center di Yogyakarta untuk mempermudah proses digitalisasi UMKM kuliner.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyambut baik peluncuran program #TerusUsaha di Yogyakarta, Platform digital seperti Grab hadir tidak hanya membantu konsumen, namun juga bagi pekerja lepas yang kini dikenal dengan gig-workers, mitra produsen penyedia jasa.

Bonus demografi di Indonesia menjadikan gig-economy berdampak positif untuk perekonomian karena menciptakan lapangan kerja.

"Dalam menyambut era tatanan baru, Grab resmi meluncurkan program #TerusUsaha di Yogyakarta, dan saya mengapresiasi prakarsa Grab guna mempercepat proses transformasi digital UMKM secara luas. Program ini juga bertujuan membantu UMKM DIY agar lebih berkembang dan keluar dari jeratan COVID-19," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY (Diskop UKM DIY), Srie Nurkyatsiwi menyatakan, hasil survei melalui aplikasi sibakul yang dilakukan terhadap pelaku usaha didapati 59% membutuhkan fasilitas dari sisi promosi maupun pemasaran terutama di masa pandemi saat ini selain meningkatkan kapasitas juga harus menyiapkan UMKM untuk bangkit.

"Kita juga melakukan pendampingan dalam sibakul, kerjasama kita juga dengan grab ini tidak hanya sekedar kita mempromosikan terhadap produk UMKM tapi di situ juga dilakukan sebuah pembinaan karena tidak semuanya bisa masuk di dalam market. Karena apa, mereka kita bina itu produknya mestinya juga yang berkualitas, yang konsistensinya yang harus siap online," imbuhnya.

Sedangkan, pengusaha muda asal Yogyakarta, Andromeda juga menyatakan, melalui bisnis yang dimulai dari penjualan es krim dari sebuah proyek semasa kuliah peternakan di Universitas Gadjah Mada tahun 2008 silam, bisnisnya dapat berkembang dan diberi nama Sweet Sundae Ice Cream setelah lulus kuliah dan menjadi supplier banyak hotel dan catering di Yogyakarta.

“Bisnis ini sangat berkembang, tapi saat masuk masa pandemi COVID-19, langsung mandek karena semua bisnis yang saya suplai pun terkena dampak negatif. Usaha saya pun langsung saya ubah dari yang tadinya hanya melayani bisnis, sekarang langsung menjual kepada pelanggan dan semuanya 100% online. Saya mendaftar ke SiBakul Jogja MarketHub milik pemerintah dan juga menjadi merchant GrabFood. Dalam kurun waktu satu bulan setelahnya, penjualan Sweet Sundae Ice Cream sudah kembali meningkat hingga 85% dan saya tetap bisa mempekerjakan 25 karyawan saya," ungkapnya. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00