Desain Merupakan Kunci Pemasaran Produk Saat Ini

KBRN, Yogyakarta : Seiring perkembangan teknologi di era industri 4.0 maka keberadaan desain grafis dianggap sebagai unsur penting dan penyumbang ekonomi yang mengalami pertumbuhan pesat  dalam industri ekonomi kreatif (ekraf).

Yogyakarta yang memiliki banyak subsektor usaha lokal yang dapat dikembangkan melalui industri ekraf harus terus berbenah, salah satunya dengan memanfaatkan desain grafis atau desain komunikasi visual (DKV). Yuana Rochma Astuti selaku Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) mengungkapkan deskomvis menjadi salah satu elemen  yang dapat mendukung pertumbuhan industri ekraf di Yogyakarta.

“Jogja itu peringkat pertama untuk kontribusi ekonomi kreatif, jadi bukan spesifik DKV ya, tapi artinya bahwa talent-talent kreatif di Jogja itu sangat melimpah dibandingkan tempat-tempat lain, karena dia nomor satu,” ungkap Deputi Baparekraf tersebut.

Berbicara pada kesempatan diskusi bertajuk “Peran Desain Grafis untuk Industri Kreatif Lokal” yang diselenggarakan oleh PT Astra Graphia, Jumat (29/11/19) kemarin, Yuana  menuturkan, dengan memaksimalkan peran DKV, industri ekraf akan semakin berkembang melalui strategi perencanaan maupun penjualan produk-produk lokal yang berfokus pada citra produk. Tampilan yang lebih menarik akan meningkatkan daya jual produk tersebut.

“DKV seperti ini men-support subsektor lain mau kuliner, kriya, fesyen, seni pertunjukan, music. Semuanya itu, DKV dibutuhkan karena untuk memvisualisasikan ke konsumen semuanya itu perlu packaging, branding, labeling dan promosi,” ungkapnya.

Senada dengan Yuana, Mangara Pangaribuan selaku Direktur PT Astra Graphia Tbk mengungkapkan bahwa Yogyakarta menjadi ladang yang laris bagi perkembangan industri kreatif. Maka dari itu Astra Graphia memanfaatkan hal tersebut untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) terlatih guna membantu mensukseskan industri erkaf.

“Astra Graphia punya komitmen untuk mengembangkan industri kreatif itu di Indonesia, khusus  Jogjakarta  dimana industri kreatif itu berkembang paling tinggi. Kita mempersiapkan  SDM  untuk menunjang industri kreatif itu sehingga industri kreatif itu bisa lebih tinggi lagi lompatannya,” tuturnya. (rosa/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00