Masyarakat Pilih Harga Minyak Mahal, Ini Alasannya

KBRN, Yogyakarta: Penerapan pembelian minyak goreng menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau menggunakan KTP mendapat keluhan dari masyarakat.

Kebijakan yang dinilai tidak efektif tersebut mendapat tanggapan negatif dari masyarakat karena dianggap mempersulit masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, walupun harga minyak goreng curah yang ditawarakan pemerintah cukup murah.

Salah seorang pedagang di daerah Bantul memilih lebih baik membeli minyak goreng di pasar dengan harga tinggi, daripada harus membeli minyak goreng curah yang harganya sedikit lebih murah namun harus ngantri panjang.

“Lebih baik saya membeli minyak goreng di pasar yang meskipun harganya lebih tinggi namun pasti, walaupun tetap menggunakan aplikasi ataupun KTP daripada harus mengantri panjang dan syaratnya juga sama,” ujar Yani selaku pedagang Onde-onde, Jumat (01/07/2022).

“Dengan harus mendaftarkan data atau harus menggunakan aplikasi dalam membeli minyak goreng itu sangat mempersulit kami sebagai masyarakat, namun mau tidak mau kami harus mengikuti kebijakan tersebut,” tambahnya. (andry-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar