Pedagang Minyak Goreng Usulkan Kebijakan untuk Distributor

KBRN, Yogyakarta : Kebijakan belanja minyak goreng dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi atau NIK (Nomor Induk Keluarga) dinilai oleh sebagian masyarakat kurang efisien.

Selah satu penjual minyak goreng di pasar Tajem, Tino mengatakan, seharusnya kebijakan ini tidak berlaku untuk pedagang eceran, namun lebih diprioritaskan ke distributor minyak goreng.

“Kebijakan ini  kontradiktif dengan keinginan pemerintah untuk melindungi data warganya, karena dapat memicu penyebaran data pribadi yang nantinya bisa disalahgunakan,” ujarnya, saat ditemui di pasar Tajem, Jumat  (01/07/2022).

Solusinya, lanjut Tino, pemerintah harus melihat realitas di lapangan dengan jalan tengah, data digital konsumen tidak dihitung berdasarkan per individu melainkan dari pusat distributor sehingga tidak merugikan berbagai pihak yang terlibat. (davit).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar