Dukung Pemulihan Perekonomian, KPP Pratama Wates Gelar Kegiatan Business Development Services

KBRN, Kulon Progo : KPP Pratama Wates menjalin sinergi dengan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Caranya dengan menyelenggarakan kegiatan Business Development Services (BDS) pada hari Kamis, (23/6/2022) di Aula KPP Pratama Wates.

Dengan tema 'Branding dan Marketing dengan Katalog Eye-Catching', kegiatan BDS tersebut diharapkan dapat membantu para pengusaha untuk tidak hanya masuk ke pasar domestik, tetapi juga ke bursa ekspor. 

Kepala KPP Pratama Wates, Nashrul Asyir mengatakan, melalui kegiatan BDS, KPP Pratama Wates ingin berkontribusi dalam percepatan pemulihan perekonomian di Kabupaten Kulon Progo khususnya bagi UMKM sektor pengrajin batik dan serat alam.

Melalui rangkaian kegiatan ini, pelaku UMKM yang menjadi peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memasarkan produk, terutama dalam hal pembuatan katalog produk guna mengembangkan usahanya. 

Katalog produk merupakan salah satu cara yang dapat dipakai pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara online maupun offline, untuk memenuhi kebutuhan di pasar domestik maupun ekspor. 

"Dengan katalog produk yang representatif, konsumen bisa memperoleh informasi tentang daftar produk, jenis, merek, spesifikasi, harga, dan jumlah barang yang tersedia. Katalog produk yang eye-catching diharapkan dapat membantu para UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas," ungkap Nashrul Asyir, di KPP Pratama Wates, Kamis (23/6/2022).

Nashrul menambahkan, BDS dihadiri oleh empat puluh pengusaha batik dan pengrajin serat alam. Batik yang merupakan warisan budaya saat ini terus dikembangkan oleh pengrajin batik Kulon Progo dengan motif geblek renteng dan motif khas lainnya.

Seiring dengan kondisi perekonomian yang mulai membaik karena meredanya kasus COVID-19, pengrajin batik mulai bangkit kembali dengan memproduksi jumlah lembar batik yang lebih banyak. Salah satu daerah penghasil batik gelek renteng terbesar di Kulon Progo adalah Kapanewon Lendah. 

Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Iffah Mufidati mengapresiasi kegiatan BDS tersebut. Saat Pandemi, pelaku UMKM dipaksa melek internet. 

"Kebutuhan UMKM yang kami gencarkan pasca pandemi ini adalah bagaimana mengekspor mandiri. Selama ini ekspor lewat daerah lain, dengan branding lain,” kata Iffah.

Ditambahkan Iffah, dengan Katalog Eye-Catching maka produk dari Kulon Progo bisa lebih dieksplor untuk keperluan ekspor. (hrn).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar