FOKUS: #G20

G20 EMPOWER Plenary Meeting Kedua Perkuat Peran Perempuan Dalam Pertumbuhan Ekonomi

(Kanan-Kiri) Government Representative G20 EMPOWER Eko Novi Ariyanti-Co-Chair G20 EMPOWER Rina Prihatiningsih-Chair G20 EMPOWER Yessie D. Yosetya ketika memaparkan G20 EMPOWER Plenary Meeting kedua di Hotel Royal Ambarukmo, Selasa (17/5/2022)

KBRN, Yogyakarta : Group of Twenty (G20) EMPOWER Presidensi Indonesia menggelar Plenary Meeting kedua di Yogyakarta, pada tanggal 17-19 Mei 2022 dengan fokus percepatan dalam mendorong peran perempuan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi salahsatunya melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal ini merujuk pada proyeksi World Economic Forum bahwa dibutuhkan 135 tahun lagi untuk menutup ketimpangan gender jika negara-negara di dunia tidak melakukan perubahan terhadap posisi perempuan dalam pembangunan ekonomi. 

Chair G20 EMPOWER yang juga merupakan Direktur & Chief Strategic Transformation & IT Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya menyebutkan, bahwa fokus pertemuan ini sejalan dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia 2022 “Recover Together, Recover Stronger” dan tema utama kedua G20 EMPOWER 2022 yaitu Mendorong Peran UMKM milik perempuan sebagai penggerak ekonomi.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam pembahasan Plenary Meeting kedua di Yogyakarta, seperti upaya inisiatif yang dapat dilakukan perempuan dalam menjalankan UMKM, bentuk dukungan yang dapat dilakukan pemerintah maupun swasta, serta pengukuran yang jelas untuk memajukan UMKM perempuan.

"Kalau semua masih dalam tatanan wacana dan tidak dalam pengukuran yang jelas, mungkin kita tidak akan pernah maju," ungkapnya dalam jumla pers di Yogyakarta, Selasa (16/5/2022).

Dijelaskannya, selain memiliki tujuan mengakselerasi tingkat kepemimpinan perempuan, G20 EMPOWER Presidensi Indonesia juga memastikan jumlah pemimpin perempuan di suatu perusahaan semakin meningkat.

"Di kuartal kedua April hingga Juni ini kita akan melakukan Plenary Meeting, Side Event, dan Leaders Meeting serta Riga webinar," jelasnya.

Sementara itu, Co-Chair G20 EMPOWER yang menjabat sebagai COO sekaligus salah satu pemilik PT. Infinite Berkah Energi & WKU Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Ketenagakerjaan IWAPI, Rina Prihatiningsih menyampaikan, G20 EMPOWER pertemuan kedua ini akan membawa solusi yang ditawarkan sebagai rekomendasi atas permasalahan maupun tantangan salah satunya pandemi Covid 19 saat ini, mengingat kontribusi perempuan terhadap perekonomian negara sangat signifikan.

Nantinya, akan ada forum yang melakukan validasi dan menyempurnakan rekomendasi dalam pertemuan kedua G20 EMPOWER sehingga diharapkan lebih mendorong perempuan dalam UMKM.

"Selain mencari solusi, kita juga berbagi solusi dan praktik baik. Bagaimana komitmen pemerintah dan swasta di dalam mendorong perempuan UKM sebagai penggerak ekonomi," ujarnya.

Selain itu, Rina mengungkapkan, beban perempuan pada masa saat ini semakin bertambah terutama dengan adanya pembatasan mobilitas. Dimana perempuan harus  fokus dalam pekerjaannya dan aktivitas rumah tangga.

"Disini kita mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan terkait trend perkembangan global terkait UKM dan Kewirausahaan. Disamping tantangan sosial budaya, bagaimana kita mensiasati atau strategi agar perempuan bisa tetap produktif, tetapi perusahaan yang juga mendukung perempuan di dalam UKM," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Government Representative G20 EMPOWER yang juga Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian PPPA, Eko Novi Ariyanti mengungkapkan, keterwakilan perempuan terutama di perusahaan yang menduduki level direktur maupun CEO belum mencapai angka 15 persen.

Sehingga melalui Advocate yang merupakan para CEO atau pemimpin asosiasi dapat membuat suatu kebijakan yang dapat diterapkan sebagai pengendali dan keputusan perusahaan maupun mempengaruhi kebijakan eksternal perusahaan.

"Kita akan mendorong adanya peningkatan dari indeks pembangunan manusia dan indeks pemberdayaan gender. Karena di indeks pemberdayaan gender itu salah satunya prosentase eksekutif yang terlibat didalam privat maupun pemerintah atau government. Kami melihat data tidak sampai 15persen perempuan yang ada disektor privat sehingga kemudian kami mendorong adanya Advocate-Advocate yang memang mayoritas itu adalah perempuan," paparnya.

Nantinya melalui Advocate tersebut, ditambahkan Eko Novi, para perempuan dapat membuat suatu kebijakan dengan diberi keleluasaan melakukan fleksibel kerja terutama dengan kondisi sosial perempuan.

"Karena begitu dia melahirkan, itukan kadang-kadang perempuan kembali diposisi awal. Tetapi ketika perempuan menjadi CEO, kan tidak bisa serta merta kembali diawal dengan memberi kesempatan tetap diposisi itu dan flexsible working. Termasuk juga mungkin dapat memberi kesempatan bagi para pria misal ketika cuti diberi hak yang sama itu sudah dilakukan beberapa perusahaan," jelasnya.

Diharapkan melalui G20 EMPOWER, perusahaan mampu memberi ruang psikologi, promosi maupun memberikan fasilitas bagi perempuan yang memadai

Sebanyak lebih dari 100 peserta hadir dalam Plenary Meeting kedua di Yogyakarta, antara lain dari Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa.

Empat Menteri hadir sebagai pembicara, yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayogya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta Menteri BUMN, Erick Tohir. Turut hadir juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari sejumlah organisasi nasional dan internasional yang memiliki perhatian lebih pada pengembangan UMKM, salah satunya adalah Céline Kauffmann selaku Head of Entrepreneurship, SMEs & Tourism Division OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) in OECD Centre for Entrepreneurship, SMEs, Regions and Cities.

Céline Kauffmann akan mengangkat beberapa isu, antara lain seputar lanskap UKM perempuan saat ini yang terdiri atas tren, dan perkembangan yang bisa ditemukan di berbagai negara saat ini, serta tantangan yang dihadapi oleh UMKM perempuan di seluruh negara G20.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar