Operasi Pasar Minyak Goreng Sasar Organisasi Masyarakat

KBRN, Gunungkidul: Dinas Perdagangan Gunungkidul pada pekan ini terus menggencarkan operasi pasar minyak goreng. Upaya ini dilakukan untuk menyetabilkan harga minyak goreng yang kini di pasar masih menembus Rp20 ribu per liter. 

Kasi Distribusi Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan, pihaknya pada pekan ini mendapatkan kuota minyak bersubsidi sebanyak 2.124 liter. Berbeda dengan kegiatan operasi pasar seperti biasanya, pendistribusiannya melalui sejumlah organisai masyarakat yang sudah mengajukan proposal kepada Dinas Perdagangan. 

"Kuota tersebut sudah didistribusikan sejak hari Senin," kata Sigit, Rabu (26/1/2022). 

Adapun ormas yang bekerjasama dengan pemerintah adalah Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman (Aspemako) sebanyak 144 liter, Paguyuban Pedagan Kletikan 180 liter, Fatayat NU 360 liter, LDII 360 luter, MTA 240 liter, Salimah 180 liter, Jemaah Kristen 240 liter, Jemaah Katholik 240, dan Koperasi Gemi (koperasi pedagang kecil) sebanyak 180 liter. 

"Untuk minggu depan juga akan menggelar operasi pasar secara mandiri menyasar masyarakat di kalurahan-kalurahan tertentu dengan kuota sisa dari yang sudah didistribusi kepada masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, salah satu ibu rumah tangga, Ipuk Tri Utami berharap harga minyak goreng segera stabil. Meskipun sekarang di supermarket anggota Aprindo harga cenderung lebih murah tapi kuotanya terbatas. 

"Kita tau minyak goreng tidak begitu baik untuk kesehatan namun saat memasak apapun membutuhkan minyak goreng," pungkas Ipuk.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar