Kesadaran Rendah, Belum Semua Restoran di Gunungkidul Pasang Tapping Box

KBRN, Gunungkidul: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul menyoroti belum semua pemilik hoten dan restoran memiliki tapping box. Sebagaimana diketahui, tapping box sendiri merupakan alat yang dipasang di restoran yang merupakan wajib pajak untuk merekam catatan transaksi.

Fungsinya, sebagai pembanding antara total transaksi yang ada di restoran dengan jumlah pajak daerah yang dibayarkan.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin mengatakan, melihat perkembangan pariwisata di Gunungkidul, ia menilai kesadaran obyek pajak dalam memasang tapping box sangat rendah.

Menurutnya jika Pemkab Gunungkidul serius melakukan pendataan, banyak sekali obyek pajak.

"Kami menilai belum ada keseriusan Pemkab Gunungkidul dalam menjemput bola bagi pemilik resto maupun hotel agar memasang tapping box," kata Ery, Senin (24/1/2022).

Ery menambahkan, pemasangan tapping box sendiri cukup penting bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah Gunungkidul. Terlebih saat ini ia menilai kemajuan pariwisata cukup pesat.

"Kedepan saya akan mendorong Pemkab Gunungkidul agar terur bersosialisasi, dan melakukan jemput bola," tandas Ery.

Sementara itu, Ketua PHRI Gunungkidul Sunyoto mengatakan, secara prinsip ia mendukung dengan kebijakan pemasangan tapping box. Menurutnya dari 80 anggota PHRI sudah sebagian melakukan pemasangan.

"Kalau memang diwajibkan saya rasa kami di PHRI bersedia asal semua secara serentak harus dipasangi agar tidak terjadi kecemburuan," pungkas Sunyoto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar