PKL Malioboro Gerudug Dewan, Ingin Relokasi Ditunda

KBRN, Yogyakarta: Ratusan orang Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro menyambangi Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Senin (17/1/2022) pagi, untuk memperjuangkan aspirasi mereka. 

Ratusan PKL ini menginginkan agar relokasi PKL yang ditargetkan akhir Januari dapat ditunda atau bahkan dibatalkan. Para PKL ini diterima oleh anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto, sekitar pukul 09:40 WIB. 

"Kami ingin ditunda, Mas. Kalau bisa nggak usah pindah," ujar Aswanto salah satu PKL yang berdagang di Pasar Sore Malioboro. 

Pria yang sudah 26 tahun berjualan di kawasan Malioboro itu mengkhawatirkan omzet yang menurun drastis. 

"Saya harus babat alas lagi, kan Mas. Kasihan keluarga saya," tuturnya. 

Joko Susanto, warga Brontokusuman yang berjualan di depan Toko Ria Busana, Malioboro, menyebutkan, selain meminta penundaan relokasi, para pedagang juga menginginkan agar pemerintah daerah menyediakan lapak yang layak. 

Menurut Joko, lapak yang disediakan saat ini terlalu kecil jika dibandingkan dengan tempat mereka berjualan saat ini. 

"Kalau saat ini, ukuran tempat saya berjualan 2x2 meter. Sedangkan, tempat relokasi yang saat ini disediakan, saat kami lihat sangat sempit," sebutnya. 

Ratusan PKL ini didampingi LBH Yogyakarta yang menjadi tim advokasi. Mereka menyuarakan keinginan yang menolak relokasi. (ros).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar