Nilai Transaksi Digital di Yogyakarta Capai Rp30 Milyar Sebulan

KBRN, Yogyakarta : Langkah perbankan mendorong penerapan transaksi non tunai di Yogyakarta, capaiannya sudah di atas 100 persen. Apalagi di masa pandemi, transaksi yang aman dari paparan Covid-19 sangat dibutuhkan.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Miyono menyampaikan, program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diinisiasi lembaganya, merupakan sistem pembayaran non tunai, yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel pintar.

Kini tercatat, sudah 300 ribu lebih pelaku usaha di Yogyakarta telah menerapkan sistem ini.

”Transaksi menggunakan QRIS tidak hanya naik tapi melonjak, hampir mencapai 300 persen, dari tahun 2000 ke tahun 2021, rata-rata nilai transaksi sudah 30 milyar per bulan,” terang Miyono, Sabtu (4/12/2021).

Salah satu pedagang pasar di Yogyakarta bernama Evi, tertarik ingin menerapkan transaksi non tunai, setelah dirinya mendapat sosialisasi dari Bank Indonesia.

”Ini sangat bagus sekali sih, untuk kemajuan pembayaran digital di Indonesia,” ungkapnya.

Selain bisa mencegah paparan covid, Bank Indonesia juga menyebut, transaksi non tunai juga bisa mencegah peredaran uang palsu, mengikuti trend pembayaran terkini, bebas biaya bagi pelaku usaha mikro, serta uang hasil transaksi langsung masuk rekening sehingga mudah dimonitor. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar