Pencucian Uang di Masa Pandemi Meningkat

KBRN, Yogyakarta : PT BPR Karangwaru Pratama Yogyakarta, Rabu (20/10-2021) bertempat di Neo Malioboro Hotel bersama Ardhana Training Center menggelar workshop Penerapan APU PPT (Anti Pencucian Uang dan Penegahan Pendanaan Terorisme) BPR Berbasis Profil Resiko Nasabah.

Workshop diikuti jajaran direksi dan pegawai  BPR Karangwaru Pratama, dibuka oleh  Direktur Utama, Dwi Yanta. Dalam sambutannya, ia berpesan kepada seluruh pegawai BPR untuk mengikuti kegiatan workshop dengan seksama.

"Materi APU PPT setiap tahun rutin kita selenggarakan, namun demikian kami mohon untuk dapat mengikuti workshop dengan 'sersan', serius namun santai," ungkapnya.

Workshop menghadirkan fasilitator dosen prodi akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Drs. Suharno, MM, Akuntan.

Dalam paparannya, Suharno, yang juga praktisi BPR ini mewanti-wanti/mengingatkan peserta untuk meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan terkait modus pencucian uang yang berpotensi meningkat pada masa pandemi.

"Pandemi berdampak pada peningkatan Non  Performance Loan (NPL) dihampir semua BPR. Mohon diwaspadai bila tiba-tiba Pada debitur yang kreditnya macet kemudian berniat melunasi kredit, mohon dicermati asal usul sumber dananya. Sebab bisa jadi ada pihak ketiga yang menalangi pembayaran menggunakan uang yang berasal dari pencucian uang," tandasnya.

Workshop berlangsung interaktif dan komunikatif, disertai simulasi mengenal profil nasabah, sehingga peserta antusias mengikuti kegiatan sampai selesai.(danang prabowo-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00