Tolak Kenaikan Cukai Rokok, Serikat Pekerja Akan Serahkan Lukisan Ke Presiden JokoWidodo

Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) akan menyerahkan lukisan sebagai bentuk aspirasi menolak kenaikan cukai rokok, ke Istana Negara, Rabu (6/10/2021) besok. /ist

KBRN, Yogyakarta : Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) akan menyampaikan aspirasi menolak kenaikan cukai rokok, ke Istana Negara, Rabu (6/10/2021) besok.

Penyampaian aspirasi penolakan kenaikan cukai rokok akan dilakukan dengan menyerahkan lukisan yang menggambarkan situasi yang mereka alami saat ini, yakni berada di tengah keterpurukan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat FSP RTMM SPSI -  Sudarto mengatakan rencana kenaikan cukai tembakau tahun 2022 akan membawa dampak luar biasa bagi industri hasil tembakau (IHT) di Indonesia.

"Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti penyampaian aspirasi di daerah yaitu aspisari dari buruh tani dan buruh pabrik rokok, maka kami akan menyampaikan aspirasi tersebut dalam bentuk lukisan ke Presiden Jokowi.

Rencananya, besok kita akan serahkan lukisan perasaan dan kondisi kami saat ini,"terang Sudarto, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat FSP RTMM SPSI, di Yogyakarta, Selasa (5/10/2021).

Sudarto menambahkan, mereka secara kontinue tidak pernah lelah berusaha meminta pemerintah menunda kenaikan cukai. Karena kenaikan cukai merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah yang akan merugikan para pekerja.

Salah satu dampaknya yang sangat terasa adalah pada pekerja sektor Sigaret Kretek Tangan (SKT) di mana mereka bekerja dengan satuan HT (Hasil Tembakau). Para pekerja SKT ini akan mengalami penurunan penghasilan menyusul berkurangnya permintaan rokok.

"Dengan memperhatikan situasi pandemi covid selain keadaan pasar juga perlu pengaturan padat karya. Tentu akan mengganggu pekerja terlebih sebagian dirumahkan,"tambahnya.

Dampak kenaikan cukai yang terjadi selama ini, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sudah ada 60.889 tenaga kerja di sektor ini, yang kehilangan pekerjaannya.  Hanya saja, pemerintah selama ini tidak pernah berupaya mengemas kebijakan yang berkeadilan. Dan korban terbesar adalah buruh tani dan buruh rokok.

"Karena dampaknya kenaikan cukai luar biasa setiap tahun.  dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kami kehilangan anggota 60.889. Sangat besar. Kalau dibikin average 6 ribu orang per tahun, ini kan bukan angka yang sedikit. Kalau kita mengenal hubungan industrial tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), lebih dari 10 orang itu sudah PHK massal sebetulnya. Ini harus menjadi perhatian pemerintah. Tapi fakta membultikan korban berjatuhan tidak ada upaya konkrit terhadap bagaimana mengemas kebijakan ini dalam prinsip keadilan ," urainya.

Dalam penyampaian aspirasinya, para buruh rokok ini nantinya akan Longmarch dari kantor pengurus pusat di Ciracas Jakarta Timur menuju ke Istana Negara di Jakarta Pusat. Setidaknya ada 100 orang buruh akan turut serta long march sepanjang  30 km.

Mereka akan mengenakan atribut pakaian daerah karena mewakili daerah masing-masing seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat dan Jakarta.

"Ini menjadi prosesi perjalanan mengusung lukisan aspirasi ke Jokowi. Harapannga diterima langsung pak Jokowi,"terangnya.

Ketua PD FSP RTMM SPSI , Waljid Budi Lestaryanto mengatakan khusus di DIY, sejak tahun 2017 sudah ada dua perusahaan rokok yang tutup.

Pandemi dan kenaikan cukai dikhawatirkan menambah jumlah pabrik rokok yang gulung tikar.

"Sebelumnya memang ada 8 pabrik rokok yang beroperasi di sektor sigaret kretek tangan SKT namun saat ini tinggal 6 pabrik. Ditambah ini pandemi, jika kenaikan cukai kembali dilakukan, maka  pabrik rokok yang gulung tikar bisa bertambah," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00