Saatnya UMKM Kulon Progo Makin Berkembang

KBRN, Kulonprogo : Bupati Kulon Progo, Sutedjo menilai bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten tersebut sudah saatnya semakin berkembang. Hal ini disampaikan oleh Sutedjo ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo di Pondok Makan dan Kopi Omah mBeji, Wates, Kulon Progo, Rabu (29/09).

Sutedjo menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 42.000 UMKM yang berada di Kabupaten Kulon Progo. Meski terkendala pandemi covid-19 dalam dua tahun terakhir, masih banyak UMKM di Kulon Progo yang mampu bertahan.

“Untuk itu, jika UMKM Kulon Progo disebut naik kelas, ya memang sudah layak. Saatnya UMKM Kulon Progo semakin berkembang,” tegasnya.

Dilanjutkan Sutedjo, saat ini pemerintah baik dari pusat maupun daerah atau kabupaten, memiliki peran yang cukup besar dalam mendorong UMKM melakungan pengembangan usaha.

“Dari sektor perizinan, yakni DPMPT, Pemkab Kulon Progo memberikan kemudahan untuk proses perizinan. Tidak sulit bagi UMKM untuk mengurus izin, jadi silakan jika ingin melakukan pengembangan atau perluasan izin, sangat mudah sekarang,” lanjutnya.

Meski sudah bisa dilakukan melalui sistem online single submission (OSS) yang saat ini sudah berbasis resiko atau risk based approach (RBA), Pemkab Kulon Progo siap membantu untuk melakukan pendampingan.

“Saat ini kan sudah ada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kulon Progo yang siap melayani segala bentuk perizinan. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan itu jika memang kesulitan mengurus izin secara mandiri,” tutur Sutedjo.

Produk UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi yang cukup besar untuk diekspor.

 “Nah, dalam kesempatan ini kami juga menggandeng perusahaan eksportir. Harapannya ini bisa dimanfaatkan UMKM untuk memperluas jaringan. Tentu untuk bisa eskpor dilakukan quality control ya, jadi memang perlu proses tapi ini menjadi bagian yang harus dilewati untuk lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sutedjo juga berpesan kepada para UMKM agar mampu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan usahanya. “Banyak pengusaha yang bangkrut di pandemi. Namun saya melihat UMKM ini punya peluang untuk bangkit dibandingkan perusahaan-perusahaan besar,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama atau MoU antara perwakilan UMKM yakni Sugeng dari Pandasari Craft dengan Direktur Utama PT Out of Asia, Arum Lusika. Serta penyerahan dokumen perizinan berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Bupati Kulon Progo kepada perwakilan UMKM.

Selain Sutedjo, hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut diantaranya Direktur Utama PT Out of Asia, Arum Lusika dan Direktur BPD DIY Cabang Wates, Suroso.

Sementara itu, Direktur Utama PT Out of Asia, Arum Lusika menyampaikan bahwa terdapat banyak UMKM di Kulon Progo yang bermitra dengan pihaknya.

“Sebenarnya banyak UMKM Kulon Progo yang sudah bermitra dengan kami. Melalui kegiatan ini, jika terdapat UMKM yang ingin bermitra dengan kami, tentu kami sambut dengan gembira karena produk UMKM Kulon Progo memang punya kualitas,” ujarnya.

Sedangkan Direktur BPD DIY Cabang Wates, Suroso menyebutkan bahwa pihaknya siap memberi dukungan bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya.

“Terdapat banyak program yang kami miliki untuk kredit, terutama untuk UMKM dan dengan bunga yang rendah. Ini rasanya sangat pas untuk dimanfaatkan UMKM di Kulon Progo dalam mengembangkan usahanya,” katanya.

Terdapat 52 UMKM dari Kulon Progo yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain itu turut hadir perwakilan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari beberapa kalurahan di Kulon Progo. Melalui kegiatan tersebut, Kepala DPMPT Kulon Progo, Agung Kurniawan berharap agar iklim investasi di Kulon Progo mampu meningkat, khususnya dari UMKM.

“Tanpa disadari kegiatan usaha di sektor mikro dan kecil ini kan cukup banyak. Melalui kegiatan ini kami harapkan kegiatan usaha teman-teman di UMKM bisa semakin luas dan berkembang,” tuturnya. (ril/dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00