Hadapi Pandemi, Pelaku Usaha Butuh Cara Baru

KBRN, Yogyakarta : Indonesia menjadi salah satu negara di dunia, dengan ancaman bencana alam maupun non-alam yang tinggi.

Tidak hanya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur saja yang ditimbulkan, tetapi juga berdampak pada lembaga usaha.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Harmensyah mengatakan, banyak kejadian bencana di Indonesia penyebab hancurnya UMKM dan sulit untuk pulih kembali.

"Ketahanan bisnis menjadi sangat penting agar lembaga usaha dapat segera pulih paska terjadinya bencana," katanya, melalui keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Hasil survei cepat Asian Development Bank (ADB) menunjukkan, 48,6 persen UMKM di Indonesia menutup usahanya akibat pandemi Covid-19.

Sehingga, Pelaksana Tugas Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo mengatakan pada masa pandemi ini diperlukan pembaharuan strategi serta perubahan cara berfikir, agar usaha dapat bertahan.

Ia mencontohkan, dalam masa pandemi konsumen lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan, serta memilih untuk mengurangi mobilitas dengan tetap di rumah.

"Digitalisasi proses bisnis menjadi salah satu strategi yang harus dilakukan UMKM saat ini," ucap dia. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00