Pedagang Malioboro Berharap PPKM Level 4 tidak Diperpanjang

KBRN, Yogyakarta : Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, PPKM Darurat selama 2 pekan yang dilanjutkan PPKM Level 4 sangat berdampak pada ekonomi para pedagang di kawasan Malioboro.

Mereka berharap kebijakan tersebut tidak diperpanjang. Selain itu, para pedagang juga menginginkan ada kebijaksanaan dari Pemerintah Daerah terkait kelanjutan usahanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) Desio Hartowati mengatakan, selama diberlakukan kebijakan PPKM Darurat maupun PPKM Level IV di kawasan Malioboro tidak ada pedagang yang berjualan dan tidak ada pemasukan sama sekali, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari dicukupi dengan sisa tabungan maupun dengan cara berhutang.

“Perlu ada solusi yang tepat dari pemerintah sehingga upaya untuk mengatasi permasalahan pandemi tidak memunculkan masalah baru bagi para pelaku usaha kecil,” tuturnya, Minggu (25/7/2021).

Kepada RRI Desio menyebutkan, meski ada rencana kelonggaran yang akan diambil pemerintah untuk aktivitas di Malioboro hingga pukul 9 malam setelah PPKM Level IV pada tanggal 26 Juli, namun hal tersebut juga menjadi masalah para pedagang lesehan Malioboro yang harus buka mulai pukul 6 sore.

Selain berdampak langsung bagi sekitar 40 pedagang lesehan, kebijakan yang diambil pemerintah juga berdampak pada sekitar 200 orang tenaga yang membantu operasional pedagang lesehan.

Pihaknya mengharapkan ada kebijaksanaan yang diambil pemerintah baik toleransi buka bagi pedagang lesehan maupun adanya bantuan hibah stimulus modal untuk kembali membuka lapak jualannya.

Disisi lain, Ketua Paguyuban pedagang Pasar Beringharjo Barat Bintoro meminta ada solusi yang diberikan sehingga pedagang kecil di sektor non esensial tetap bisa bernafas. (wur-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00