Penjualan Sapi Kurban di Kulon Progo Menurun Saat PPKM Darurat

KBRN, Kulon Progo : Kebijakan PPKM Darurat berdampak pada turunnya daya beli hewan kurban di Kabupaten Kulon Progo. 

Penjual Sapi di Sentolo Kulon Progo, Olan Suarlan mengatakan, pada tahun ini penjualan sapi menurun hingga 20 persen. Hingga sepekan jelang Idul Adha, baru sekitar 120 ekor sapi yang mampu terjual. Sedangkan di tahun-tahun sebelumnya, sebanyak 150-200 ekor sapi bisa terjual. Olan menjelaskan, sapi yang dijualnya seharga Rp 19 juta sampai Rp 30 juta tergantung jenis dan bobotnya. 

"Pembeli sapi kami mayoritas adalah pelanggan lama. Namun ada juga yg baru," ucap Olan, di Kulon Progo, Jumat (16/7/2021).

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugroho mengatakan, Kebijakan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kulon Progo, dilaksanakan pada tanggal 21, hingga 23 Juli. Masyarakat yang ingin menyembelih kurban, harus mencari rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, melalui online atau manual. 

"Setelah pengajuan dilakuka kemudian kami verifikasi secara bertahap dengan didukung Kemenag Kulon Progo," ungkap Aris.

Aris menambahkan, Protokol kesehatan harus diperhatikan benar oleh panittia kurban. Jika ada tenaga penyembelihan atau panitia dari luar wilayah, harus dibuktikan dengan rapid test antigen. Sedangkan untuk penyaluran daging kurban Panitia yang mengantarkan ke warga.(hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00