Disperindag DIY Siapkan Opsi Operasi Pasar, Jika Harga Daging Ayam Terus Naik

KBRN, Yogyakarta : Disperindag DIY membuka peluang operasi pasar telur dan daging ayam jika harga terus naik.

Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Apriyanto mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan harga telur dan daging ayam di pasaran, serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat, membuka peluang menggelar operasi pasar jika harga terus naik.

"Kita terus memantau harga mudah-mudahan ya tidak begitu lama normal lagi. Kalau kenaikan harga meningkat terus, kita akan koordinasi dengan kementrian untuk operasi pasar dan kegiatan lainnya. Kita lihat terus perkembangannya, kenaikan karena produksi, permintaan atau hal di luar itu," jelas Yanto Apriyanto kepada RRI, Rabu, (14/4/2021).

Yanto menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY dan Satgas PANGAN DIY, untuk mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan kondisi tingginya harga daging ayam, misalnya dengan mengedarkan ayam tiren.

"Kerjasama satgas pangan, distan. kewenangan ayam tiren kan di bidang peternakan distan ya. pengawasan pemantauan hygienis makanan terus kita lakukan. Kita melaksanakan pemantauan pengawasan bahan pangan berbahaya tidak layak dikonsumsi bekerjasama Balai POM, Distan, Dinkes dan satgas pangan," lanjutnya.

Yanto Apriyanto menambahkan kenaikan harga telur dan daging ayam terjadi sejak sebelum ramadan dan kini di awal ramadan masih belum turun.

"Daging ayam Het 35 ribu harga pasar 40 ribu. Telur juga mengalami kenaikan diatas het. harganya 26 ribu. Kenaikan harga  disebabkan menjelang puasa ada kegiatan kenduri ruwahan nyadran, Konsumsi daging tinggi. Selain itu bersamaan, turunnya bansos BPNT, penerima PKH wajib membeli daging ayam dan telur. Sehingga sesuai hukum ekonomi permintaan naik memicu kenaikan harga," urainya.

Disisi lain, harga bahan pangan pokok lain cenderung stabil. Harga cabai yang sempat menembus 100 ribu perkilogram, kini sudah menurun seiring adanya panen raya.

"Cabai turun meskipun masih tinggi 50 ribuan perkilogramnya. Tetapi untuk persediaan, berdasar rakor dengan Kemendag, stok beras, gula pasir, minyak goreng sangat aman," jelasnya.

Sebagaiupaya menjaga stabilisasi harga, pihaknya juga menggelar pasar murah bahan pangan pokok.

"Pasar murah di Nglanggeran, Gunungkidul dan Bantul pada 8-9 April lalu, dan akan kita lakukan lagi di halaman Kantor Disperindag DIY Jl Kusumanegara pada 26-27 April mendatang. Pasar murah ini sebagai upaya stabilisasi harga," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00