KPPU Dorong Beringharjo Jadi Percontohan Pasar Tradisional Garda Terdepan Stabilisasi Harga

KBRN, Yogyakarta : Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Kantor Wilayah IV bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, dan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pangan pokok, di Pasar Bringharjo, Yogyakarta, Sabtu, (10/4/2021).Kepala Kanwil IV KPPU, Dendy Rakhmad Sutrisno usai pemantauan mengatakan pemantauan di pasar tradisional terbesar di DIY ini, sebagai salah satu upaya pencegahan praktek monopoli dan persaingan usaha menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Dendy menjelaskan berdaaar pemantauan secara umum, ketersediaan stok mencukupi, dan kenaikan harga yang terjadi dinilai masih terjangkau."Yang kita pastikan adalah tidak adanya hambatan pasokan, dan ini sangat penting. Sehingga kalau terjadi hambatan pasokan nanti urusannya bisa terjadi penimbunan," tutur Dendy Rakhmad Sutrisno, Kepala Kanwil IV KPPU, usai pemantauan di Pasar Bringharjo, Sabtu, (10/4/2021).Dendy menambahkan pihaknya tidak ingin pada bulan Ramadhan dan nanti di Hari Raya Idul Fitri, pemerintah dan berbagai pihak harus disibukkan dengan adanya ricuhan-ricuhan yang sebenarnya bisa ditanggulangi. Dalam pemantauan di Pasar Bringharjo tersebut, pihaknya juga melihat, para pelaku pasar sudah memulai meningkatkan cara penjualannya. Perbaikan manajemen penjualan sangat penting, karena memang rata-rata di pasar tradisional para pedagang sistemnya jual putus, sehingga harga barang dinamis."Ke depan kami berharap pasar Beringharjo Yogyakarta ini bisa menjadi percontohan bagaimana pasar tradisional menjadi garda terdepan dalam program stabilisasi harga. Sehingga tidak lagi mengandalkan pemerintah yang melakukan operasi pasar," katanya.Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Aris Riyanta mengatakan dari hasil monitoring bersama ini, secara umum dari ketersiadaan bahan pokok cukup dengan tingkat harga yang realitif stabil. Namun, ada beberapa bahan pokok seperti telur dan daging ayam mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Harga telur di kisaran Rp 26.000 per kg diatas HET 24 ribu rupiah per kilogram, sedangkan harga daging ayam 38 - 40 ribu rupiah per kilogram juga diatas HET 35 ribu rupiah per kilogramnya."Untuk daging ayam relatif tinggi. Hal itu disebabkan oleh tingginya permintaan untuk kegiatan nyadran menjelang ramadhan dan bansos PKH," jelasnya.Disisi lain, harga cabai saat ini sudah mengalami penurunan. Harga beras juga mengalami penurunan, tetapi untuk harga kedelai mengalami kenaikan. "Cabai sekitar Rp 60.000. Daging ayam sekitar Rp 35.000 hingga Rp 40.000," jelasnya. (WURY)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00