Pola Batu Susun Prambanan Sulit Ditiru Orang Sekarang

Warga menggali temuan batu susun yang diduga situs kuno di Prambanan Sleman

KBRN, Yogyakarta : Temuan batu susun di Prambanan Sleman sepanjang tujuh meter, belum bisa dipastikan sebagai situs kuno.

Formasi batu yang tersusun seperti fondasi itu, ditemukan warga Padukuhan Pereng, Kalurahan Sumberharjo, pada hari Minggu 21 Februari lalu.

Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng, Sukarman, menceritakan latar belakang penemuan batu susun di wilayahnya. Saat itu, dirinya mengorek-ngorek batu sekitar pukul 15.11 WIB.

”Wong itu kita videokan juga kok itu, tapi bukan bermaksud apa-apa,” katanya saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Aktivitas pendokumentasian dilakukan, semata-mata untuk mengabadikan proses penggalian potensi daerah setempat, sebagai dukungan bagi pengembangan desa wisata.

Sebelum ditemukan, batu susun warna putih yang diduga situs kuno itu, terpendam di bawah semak belukar, lebih tepatnya berada di bawah dinding parit sungai.

Warga sebetulnya sudah lama mengetahui, jika di lokasi kejadian berserakan batu-batu dengan motif tertentu.

Hingga kemudian, dirinya bersama enam orang warga berinisiatif melakukan penggalian, untuk mengetahui lebih jauh kondisi batu susun yang sebenarnya.

Dari contoh dua buah batu yang berhasil diambil, Sukarman berfikir pola-pola khusus pada batu, hanya dibentuk oleh orang-orang yang hidup di masa lampau.

”Wong itu polanya rapi banget pas kelihatan, saya pikir tidak mungkin dibentuk orang-orang pada masa kini,” imbuhnya.

Terkait temuan batu susun tersebut, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) belum bisa dimintai tanggapan. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00