FOKUS: #CORONA

Omicron Meningkat, Pusat Instruksikan WFH dan Isoter Disiagakan

KBRN, Yogyakarta: Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan meminta daerah untuk mempersiapkan kembali isolasi terpusat (isoter). Hal itu diutarakan Koordinator PPKM Jawa-Bali tersebut, Kamis (20/1/2022) malam, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 yang dilakukan secara virtual.

Rakor tersebut juga diikuti Wakil Gubernur (Wagub) DIY Sri Paduka Paku Alam X yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 DIY dari Kompleks Kepatihan. Luhut meminta agar isoter disiapkan kembali sebagai langkah antisipasi mengingat adanya lonjakan kasus Omicron di wilayah Jabodetabek selama sepekan terakhir.

Di samping itu, Menko Marinves meminta kepala daerah untuk meminimalisir rapat fisik dan mulai mengaktifkan kembali skema Work from Home (WFH). Tercatat, hingga Kamis (20/1/2022) kemarin, sudah 1.078 kasus Omicron yang terdiri dari 756 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), 257 kasus transmisi lokal, dan 65 orang masih dilakukan penyelidikan mendalam.

“Data itu nggak usah ditutup-tutupi, dibuka semua saja. Kelengkapan data bisa membuat cara bertindak yang lebih pas,” tegasnya.

Dirinya pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mendistribusikan obat Covid-19 yang sudah siap ke rumah sakit dan apotek, terutama untuk memfasilitasi kemudahan akses obat melalui telemedicine.

Pada pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut mengingatkan strategi penanganan pandemi yaitu melalui deteksi, teraupetik, dan vaksinasi. Deteksi dapat ditingkatkan dengan tes epidemiologi test screening,  meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah berpotensi lonjakan kasus, serta penguatan surveilans di pintu masuk negara.

Kapasitan layanan kesehatan 

Sementara, strategi teraupetik dapat dilakukan dengan konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS dan pemenuhan suplai oksigen, alkes, dan SDM. Di sisi lain, perlu mengerahkan tenaga cadangan seperti dokter internship, koas, dan mahasiswa tingkat akhir. Pengetatan syarat masuk RS dan pemanfataan isoter juga perlu ditingkatkan sembari melakukan percepatan vaksinasi pada kelompok lansia dan orang dengan komorbid.

Wagub DIY KGPAA Paku Alam X sempat menyampaikan capaian vaksinasi lansia di DIY hingga Kamis (20/1/2022) mencapai 84,9% dan vaksinasi anak 6-11 tahun mencapai 81,56%. 

Sri Paduka menambahkan Pemda DIY akan melakukan pengawasan pada warganya yang melakukan perjalanan luar negeri, terutama umrah.

“Terkait umrah, kami informasikan ada 29 orang dari DIY yang berangkat pada 18 Januari 2022. Keberangkatan dan kepulangan mereka akan dimonitor agar menjalani proses karantina sesuai prosedur,” jelas Sri Paduka didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji.

Selain vaksinasi lansia dan anak-anak, cakupan vaksinasi DIY secara keseluruhan untuk dosis pertama telah mencapai 99,76% dan dosis kedua mencapai 90,98% dari total target 2.879.699 orang. Vaksinasi booster secara keseluruhan mencapai 2,71% dengan cakupan 69.555 orang. (ros/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar