Waspada, Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis di Gunungkidul

KBRN, Gunungkidul: Penyakit infeksi akibat kencing tikus di Gunungkidul patut diwaspadai. Baru dua pekan di tahun 2022, sudah ada dua korban yang terkena leptospirosis. Satu diantaranya meninggal dunia. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, satu kasus meninggal sendiri merupakan warga Baleharjo, Wonosari. Saat ini pihaknya melakukan penyeldidikan epidemologi terkait dengan kasus leptospirosis yang merenggut satu orang korban jiwa ini. 

"Asal usul yang bersangkutan mendapatkan lepto ini baru kami selidiki, karena korban laki-laki tidak pernah bekerja, keseharian hanya di rumah sehingga kami akan mengecek dari faktor lingkungan yang beresiko banyak tikusnya," ujar Abdul, Selasa (18/1/2022). 

Abdul menambahkan, satu korban virus kencing tikus lainnya merupakab warga Saptosari. Saat ini masih dirawat di Rumah Sakit PKU Bantul. Adapun kesehariannya sedang mencari pakan ternak. 

"Potensinya memang kalau di daerah yang berair cukup tinggi berpotensi ada genangan dimana disitu ada kencing tikusnya sehingga menyebabkan infeksi," terangnya 

Dikatakan Abdul, sepanjang tahun 2021 lalu terdapat 17 pasien terkena leptospirosis. Dari jumlah tersebut empat diantaranya meninggal dunia. 

"Puncaknya di November Desember Januari, kami minta masyarakat selalu waspada," ucap Abdul. 

Terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Wonosari, dr. Wahyu mengungkapkan, masyarakat tentu harus waspada pada musim penghujan seperti sekarang ini. Berkaitan dengan penyakit leptospirosis ini dirinya memberikan gambaran gejala penderita leptospirosi, diantaranya mengalami demam tinggi dan menggigil, sakit kepala, mual, muntah dan tidak memiliki nafsu makan, diare, mata memerah, nyeri otot, sakit perut, dan keluar bintik-bintik merah pada kulit. 

"Setelah  1 sampai 3 hari akan kembali muncul gejala lain, seperti demam yang tidak segera reda, penyakit lever, sulit buang air kecil, pembengkakan pada tangan dan kaki, nyeri dada, sesak nafas, jantung berdebar-debar, lemas dan sering keringat dingin, serta sakit kepala dan leher kaku," pungkas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar