Satgas Covid 19 Gedangsari Bubarkan Acara Hajatan Warga

Satgas Covid 19 Gedangsari membubaran acara hajatan

KBRN, Gunungkidul: Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta membubarkan acara hajatan yang digelar oleh warga di dua lokasi yang berbeda. 

Panewu Gedangsari, Martono Imam Santosa mengatakan, kegiatan hajatan dibubarkan karena melanggar aturan intruksi bupati dan perpanjangan masa PPLM Level 3 atau berkaitan dengan larangan penyelengaraan resepsi pernikahan.

"Sesuai aturan tidak boleh menggelar resepsi pernikahan sehingga kita lakukan penertiban sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya kepada rri.co.id, Jumat (23/7/2021).

Pantauan dilapangan, selain meminta pemilik hajat mengentikan acara, petugas gabungan Satgas Covid 19 Kapanewon Gedangsari juga menertibkan properti pernikahan. Ada dua titik hajatan yang dibubarkan oleh petugas yakni di Padikuhan Suru Lor dan Suru Kidul, Hargomulyo.

"Tidak sesuai aturan, pemilik hajat justru menyebar undangan yang banyak berarti ada pengumpulan masa kita khawatir ini akan menjadi titik penyebaran Covid-19," terang Imam.

Sebelum aksi pembubaran tersebut dilakukan, Satgas Covid 19 kalurahan sudah memberikan himbauan namun ternyata tidak diindahkan. "Kita lakukan penertiban dan arahan agar masyarakat paham," tambah Imam,

Sementara Ketua Bamuskal Hargomulyo, Suronto tidak menampik acara hajatan yang digelar tersebut adalah keluaganya. Hajatan nekat digelar dengan alasan sudah mendapat izin dari lurah kalurahan Hargomulyo.

"Ada warga yang melakukan hajatan di daerah lain makanya kita berani menyelanggarakan," kata Suronto yang ternyata juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Hargomulyo.

Pihaknya juga membantah jika acara tersebut melanggar aturan karena tidak menyediakan prasmanan. "Saya berharap pemerintah tegas pembubaran tidak tebang pilih. Jika ini dibubarkan semua dibubarkan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00