FOKUS: #PPKM MIKRO

Optimalkan Jaga Warga, Sri Sultan HB X Berharap PPKM Tidak Gagal Lagi

KBRN, Yogyakarta : Seiring lonjakan kasus COVID19, Pemda DIY memperketat akses mobilitas masyarakat melalui PPKM Mikro yang lebih ketat.

Gubernur DIY , Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pengetatan PPKM Mikro benar-benar dijalankan.

"Dengan PPKM menutup akses mobilitas, setiap RT dikontrol itu harapannya mobilitas masyarakat justru menurun," jelas Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai Sapa Aruh, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa, (22/6/2021).

Sri Sultan juga berharap pemangku wilayah berani mengambil sikap tegas dan disiplin menerapkan aturan PPKM Mikro di wilayahnya masing-masing.

"Harapannya, secara maksimal pamong memiliki keberanian mengatakan jangan pergi, kalau tidak untuk perlu pergi," lanjut Sultan.

Sri Sultan juga mendorong optimalisasi peran jaga warga yang ada di masyarakat.

"Kami mendorong jaga warga, kan di kelurahan ada 25 orang diangkat menjadi jaga warga untuk membantu babinsa dan babinkamtibmas memperingatkan tetangga sendiri , warganya sendiri , kalau warganya tidak 3 M dan sebagainya," tambahnya.

Sri Sultan menegaskan jika PPKM Mikro yang diperketat dilaksanakan dengan disiplin, tentu penyebaran COVID19 bisa ditekan, dan kasus akan terkendali lagi.

"Kalau ketat tidak perlu bicara lokdon yang konsekuensi ada anggaran besar pemerintah.  Harapan saya memang PPKM harus betul dilaksanakan . Kalau sampai gagal , ya gak ada pilihan lain. Yang bebannya kalau sampai lockdown resiko terlalu besar . mau bantu berapa kali 257 juta. Misal Satu bulan satu juta berapa misalnya gitu jadup dsb resiko sampai disitu harus hati-hati, jangan mudah mengatakan lockdown," tegas Sri Sultan. (wur-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00