Ini Penyebab Larangan Mudik Diklaim Turunkan Volume Kendaraan 70 Persen

KBRN, Yogyakarta: Kabaharkam Mabes Polri Komjen Polisi Arief Sulistyanto menuturkan, kebijakan larangan mudik dan penyekatan jalur kendaraan, diakui efektif untuk mengurangi arus kendaraan selama momentum libur Lebaran kali ini.

“Setiap hari kami melakukan evaluasi di Mabes Polri. Kemarin (Jumat) saya melakukan patroli udara dari Jakarta sampai Trans Jawa, jalur berada di bawah normal, bahkan cenderung sepi,” tutur Kabaharkam.  

Berbicara kepada media, Arief Sulistyanto, Sabtu (8/5/2021) siang, ketika melakukan pemantauan pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) Operasi Ketupat di Yogyakarta, menyebutkan dari pantauan yang dilakukan Mabes Polri, baik di darat maupun di udara, volume kendaraan dalam tiga hari pelaksanaan operasi Ketupat menurun drastis. Penurunan volume kendaraan di ruas-ruas jalan utama dan juga tol bahkan mencapai 70 persen lebih.

“Di gerbang tol pada Kamis kemarin terjadi penurunan 50-60 persen, dan tadi malam sampai pagi tadi bahkan turun sampai 70 persen. Artinya kesadaran masyarakat sudah cukup paham dengan adanya kebijakan ini, dan ini harus terus dipertahankan. Semata-mata untuk menjaga masyarakat itu sendiri jangan sampai terjadi penularan,” ujar dia.

Komjen Polisi Arief Sulistyanto mengimbau agar masyarakat berlebaran secara virtual demi memutus mata rantai penyebaran Corona. Polri juga akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas dan keramaian yang terjadi saat libur Lebaran.

“Memperingari Hari Raya Idul Fitri, silaturahmi cukup di rumah saja, sehingga bisa saling menjaga. Dan yang paling penting juga adalah keamanan dari individu masing-masing. Karena nanti pasti ada salat tarawih, salat Idu Fitri dan juga di pusat-pusat perbelanjaan,” terangnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda DIY Kombes Polisi Iwan Saktiadi menuturkan, total ada 1.377 kendaraan yang diperiksa dan 169 di antaranya telah diminta berputar balik hingga 6 Mei malam. Tindakan tegas diambil karena ditengarai ada masyarakat yang nekad mudik meski telah dilarang.

“Jika terindikasi hendak melakukan perjalanan mudik, maka tidak ada toleransi, langsung kami minta putar balik,” ungkapnya.

Selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2021, Polri telah melakukan penyekatan di 381 titik yang tersebar mulai dari Lampung ada hingga Bali. Sedangkan pada hari pertama operasi, petugas telah memutarbalikkan 23.573 kendaraan yang terindikasi melakukan perjalanan mudik. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00