Budidaya Maggot, Bisnis Murah Beromset Jutaan Rupiah

KBRN, Kulon Progo : Budidaya Maggot menjadi bisnis yang cukup menjanjikan pada sekarang ini, terlebih di tengah situasi ekonomi yang kurang menguntungkan akibat pandemi covid-19. Tidak banyak orang yang menjalankan usaha ini. Meski terlihat menjijikkan, namun ternyata keuntungan dari bisnis tersebut cukup menggiurkan.

Nanda Eka Saputra adalah sagelintir orang yang menekuni bisnis ini. Nanda, sapaan pria berusia 25 tahun tersebut mengatakan, bisnis maggot pertama kali ditekuninya pada bulan Agustus 2020, karena harga pakan baik untuk ikan maupun ayam semakin mahal. Hal ini kemudian mendorongnya untuk belajar membuat pakan alternatif yang harganya lebih murah namun dengan protein yang tinggi.

Maggot itu sendiri dihasilkan dari penetasan telor lalat berjenis lalat 'tentara hitam'. Setelah menetas, telor-telor tersebut menjadi maggot (belatung,-red) yang memiliki kandungan protein tinggi sebagai pakan ternak atau unggas, termasuk dibuat pelet untuk pakan ikan.

Warga Pedukuhan 1 Krembangan, Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan ini, kemudian belajar ke sejumlah wilayah, seperti ke Bantul, dan Kulon Progo. Di sana dia mendapati jika Budidaya Magot cukup menjanjikan. Dengan mengawali membeli telur lalat 'tentara hitam', Nanda memulai Bisnisnya. Setelahnya, ia membuat dan membeli segala keperluan untuk budidaya Magot tersebut dengan biaya jutaan rupiah.

"Pada awalnya, saya geli saat memegang Magot tersebut. Namun lama kelamaan, saya terbiasa. Saya melihat ini peluang yang bagus," ucap Nanda, di Kulon Progo, Senin (18/01/2021).

Nanda menjelaskan, budidaya maggot sangat menggiurkan. Maggot biasa dibuat untuk memberi makan ikan hias setelah terlebih dulu disangrai. Maggot tersebut juga bisa dipakai untuk pelet ikan dan juga pakan unggas. Selain itu, makanan untuk maggot itu sendiri juga sangat mudah, yaitu dari sisa makanan yang bisa diperoleh secara gratis.

"Omset yang saya peroleh, sekitar Rp2 juta. Itu bersihnya," tutur Nanda.

Sekarang ini Nanda memiliki 38 biopond Magot. Dari jumlah ini, setiap hari mampu diproduksi 3 Kg pupa dan 20-30 Kg Maggot segar. Untuk Maggot segar, dijual Rp6 ribu - Rp8 ribu,-. Pupa maggot dijualnya dengan harga Rp40 ribu - Rp50 ribu. Sementara untuk yang Pre Pupa dihargai Rp80 ribu - Rp100 ribu. Sedangkan yang paling mahal adalah maggot sangrai yang dihargai Rp10 ribu - Rp15 ribu per 100 gram, tergantung dari grade atau kualitasnya.

"Maggot justru banyak dicari  Setiap hari ada pedagang dari Sleman, Bantul dan juga Kulon Progo yang ambil. Pernah ada juga permintaan dari Kebumen, namun tidak mampu terpenuhi karena produksinya mencukupi," ungkapnya.

Kendala yang dihadapi, lanjut Nanda, hanyalah cuaca. Lalat 'tentara hitam' akan lebih maksimal dalam bertelur di cuaca panas. Namun jika cuaca mendung atau hujan, produksi maggot akan menurun bahkan hingga separuh dari produksi normal.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Susanto warga Galur menyatakan, ia membeli maggot untuk keperluan pakan unggas. Dia menilai, Maggot memiliki harga yang lebih murah namun proteinnya cukup tinggi.

"Saya cukup sering beli maggot," ujarnya. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00