DPRD DIY Dukung Optimalisasi Produksi Kayu Putih

kunjungan kerja Komisi B ke Pabrik Minyak Kayu Putih Sendang Mole Gunungkidul

KBRN, Yogyakarta : Produksi kayu putih DIY di dua pabrik Kayu putih milik Pemda DIY di wilayah Gunungkidul cukup tinggi, dan mampu memasok PAD DIY sekitar 10 M. Komisi B DPRD DIY mendorong peningkatan produksi minya kayu putih agar setoran ke PAD nya juga semakin besar.

Wakil Ketua Komisi B RB Dwi Wahyu mengatakan, peningkatan produksi kayu putih DIY terkendala perluasan lahan tanam, karena pohon kayu putih membutuhkan perlakuan khusus, dan ada pembatasan jika menanam di sela-sela area hutan jati.

Untuk itu, dijelaskannya, Komisi B mendorong agar perluasan lahan dapat menggunakan lahan milik masyarakat.

"Perlakuan berbeda tidak mau di lahan tumpangsari gak mau kena rimbun daun dia terbuka. Permasalahannya adalah yang harus diurai bagaimana sekarang memanfaatkan lahan masyarakat untuk ditanam pohon ini. Sharing profitnya kayak apa. Karena kalau mau kita optimalkan lagi pendapatan ini pasti ada di keluasan lahan, nah keluasan lahan ini ketika kita mau nabrak-nabrak yang pohon jati tidak bisa. tidak bisa sama sekali hanya punya slot 20 sampai 30 persen boleh ditanami ini aturan kehutanan," katanya, dalam kunjungan kerja ke Pabrik Minyak Kayu Putih Sendang Mole Gunungkidul, Jumat (3/7/2020).

Pihaknya menyebutkan, Komisi B juga mendukung penguatan teknologi untuk menunjang peningkatan produksi minyak kayu putih.

"Harapan kami Dinas akan mengevaluasi teknologi, teknologi yang lebih bagus supaya bagaimana bisa mengoptimalkan hasil. Yang kedua ada problem tentang SDM ternyata ada teknologi yang harus kita mendatangkan dari luar, dari Solo kita belum punya ini akan kita kaji bersama dan pastinya konsekuensi anggaranPendapatan 9 sampai 10 M layak kita support kaitannya SDM," tambahnya.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Sutarto menyebut produksi kayu putih saat ini 18 ton per hari. Dalam kurun waktu setahun ini, mendapat tugas produksi 21 ribu liter. Pihaknya optimis target itu bisa tercapai.

Selain target memenuhi target PAD, produksi minyak kayu putih juga meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan.

"Bahan bakunya daun kayu putih kawasan hutan sekeliling Playen, Nglipar, Paliyan. Lainnya ke gelaran Karangmojo dan sekitarnya. Proses produksi pungut daun 1500 hektar dipungut melalui upah masyarakat, diangkut temen sinderan kemantren. Tenaga kerja tidak ada masalah, justru kami memanfaatkan yang nganggur lebih mudah mencari tenagakerja," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto menyampaikan, Komisi B terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan hutan, agar memberikan dampak peningkatan ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Komisi B juga telah mengusulkan kajian potensi wilayah hutan untuk dikembangkan lebih luas seperti untuk olahraga, wisata, maupun umkm. Sehingga keberadaan hutan, juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar, tanpa merusak hutan itu. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00