Penggunaan Aplikasi My Pertamina Butuh Tindakan Preventif

KBRN, Yogyakarta : Pembatasan Subdisi yang dilakukan terhadap BBM bagi Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY), langkah maju untuk subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta, Saktya Rini Hastuty kepada rri.co.id Jumat (1/7/2022) mengatakan,  subsisidi selama ini dirasakan tidak diberikan kepada mekanisme pasar sehingga subsidi membengkak dan tidak tepat saran untuk orang membutuhkan subsidi itu.

LKY sepakat dengan Idiologi dari pengurangan atau pembatasan penerima subsisi tersebut, namun perlu kemudahan untuk mengakses aplikasi Web My Pertamina, harus jelas bagi masyarakat.

Pasalnya internet untuk wilayah kota dan desa sudah dipastikan berbeda dan bias perkotaan tidak seperti di desa yang butuh tindakan preventif.

“Misalnya diberikan kepada pedesaan harus ada semacam tindakan preventif untuk diberitahukan kepada masyarakat, kemudian bagaimana mengakses layanan dari My Pertamina ini dengan muda, dan pembayaran dengan sisitim link juga harus dipahami masyarakat,” ungkap, Rini Hastuty.

Memang menurut Rini Hastuty, di era digital ekonomi saat ini, maka langkah itu dapat disambut dengan baik termasuk program pertamina dengan menggunakan MyPertamina, tetapi juga harus dipahami belum semua masyarakat penerima subsidi mampu menjalankan teknologi ini dengan baik.

Perlu adanya sosialisasi yang intens dilakukan agar tidak menimbulkan kepanikan dalam masyarakat terkait penggunaan aplikasi dalam pembelian BBM. (Nus)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar