2 Unit Pertashop Perdana di Kota Yogyakarta Beroperasi

KBRN, Yogyakarta : PT Pertamina Persero terus berkomitmen memenuhi kebutuhan BBM berkualitas bagi para konsumen termasuk memperluas keterjangkuan pengoperasian Pertashop di DIY.

Pertashop merupakan lembaga penyalur dengan skala kecil yang resmi dioperasikan oleh Pertamina, utamanya untuk daerah pedesaan yang belum tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Total sudah ada 43 Pertashop yang ada di DIY, yang semakin memudahkan masyarakat maupun konsumen untuk memperoleh BBM yang kualitas dan harganya dijamin setara dengan SPBU.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Brasto Galih Nugroho mengatakan, meski fokus daerah pedesaan yang belum tersedia SPBU, namun tidak menutup kemungkinan Pertashop dioperasikan di wilayah perkotaan seperti Kota Yogyakarta.

Hal tersebut dibuktikan Pertamina mulai mengoperasikan Pertashop perdana di kota Yogyakarta yang ditandai dengan kunjungan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna pada Jumat (17/9/2021).

Menurutnya, hal itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat maupun konsumen akan bahan bakar minyak (BBM) yang berkualitas.

"Tujuan utama Pertashop adalah untuk menghadirkan energi berkualitas yang lebih dekat dengan masyarakat, agar akses akan kebutuhan energi semakin mudah didapat,” ungkap Brasto dalam keterangan resminya.

Pertashop perdana di Kota Yogyakarta berada di Jalan Jambon, Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo. Yang menjadi nilai tambah dari Pertashop tersebut adalah tidak hanya tersedia 1 unit pengisian BBM saja, melainkan tersedia 2 unit pengisian dengan kapasitas penyimpanan masing-masing 3 Kiloliter (KL).

“Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat, khususnya di kota Yogyakarta akan BBM yang berkualitas dari Pertamina, baik untuk jenis kendaraan bensin (gasoline) maupun jenis kendaraan diesel (gasoil), ujarnya.

Saat ini produk yang tersedia di Pertashop tersebut adalah produk BBM gasoline atau bensin, yaitu Pertamax.

“Tidak menutup kemungkinan jika nanti terdapat kebutuhan BBM gasoil untuk kendaraan diesel, maka 1 unit Pertashop lainnya akan melayani produk Dexlite. Sehingga jenis BBM yang disediakan Pertashop tersebut lebih lengkap,” pungkas Brasto.

Dengan kehadiran Pertashop di Kota Yogyakarta menambah jumlah sebaran Pertashop di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sudah terdapat 43 Pertashop. Brasto meyakini hadirnya Pertashop dapat semakin memudahkan masyarakat maupun konsumen untuk memperoleh BBM yang kualitas dan harganya dijamin setara dengan SPBU.

Brasto menambahkan Pertamina terus menggali potensi kecamatan atau kelurahan dan desa lainnya, baik di Kota Yogyakarta maupun lebih luas di daerah lainnya untuk mendirikan Pertashop. Salah satunya adalah menjalankan skema kemitraan dengan pegusaha lokal untuk berinvestasi Pertashop.

“Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop, yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” kata Brasto.

Lebih jauh, syarat utamanya adalah badan usaha seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD). Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/MitraPertashop.

“Selain masyarakat umum bisa merasakan manfaat kemudahan akses energi yang berkualitas, tapi juga menjadi peluang usaha tersendiri yang memberikan keuntungan, baik yang berbasis kelompok masyarakat maupun pengusaha swasta,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00