Gula Cair Produksi UKM di Klaten Aman bagi Penderita Diabet

KBRN, Klaten : Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, memberikan apresiasinya terhadap UKM di Klaten yang telah mampu memproduksi gula cair menggunakan alat atau mesin prototip yang dibuat oleh UMK sendiri.

Dalam kunjungannya di PT Gulanas, Menteri Teten mengatakan, pengembangan prototip pengolahan gula cair ini diproyeksi mampu melampaui kebutuhan gula nasional mencapai 5,1 juta ton.

“Jadi kalau prototip ini dikembangkan skala nasional potensinya bisa menghasilkan 8,4 juta ton. Padahal konsumsi nasional hanya 5,1 juta ton.  Sangat luar biasa,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Jumat (9/4/2021).

Lebih lanjut, Menteri Teten menegaskan, apabila prototip ini bisa dikembangkan, Indonesia bisa ekspor gula. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan, dan juga berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Perdagangan.

Sementara itu pelaku UKM, Joko Budi Wiryono mengatakan, pengolahan tebu menjadi gula cair dirintisnya sejak tahun 2012.

Joko menyebut, gula  cair yang diproduksinya dianggap aman dikonsumsi semua orang. Keunggulan gula cair yakni  praktis dan higienis, bahkan tahan lama.

“Tebu dengan rendemen terbaik. Kami kembangkan teknologi sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes,” ungkapnya.

Sehari, produksi gula cair mencapai satu ton, sementara untuk harga gula cair  sama dengan gula kristal yakni Rp12.500 per kilogram.

Di sisi lain, Kepala Desa Malangjiwan, Supriyanto menyambut baik adanya produsen gula cair PT Gulanas di daerahnya.

“Kebetulan Pak Joko juga warga Malangjiwan, punya niat yang sama dengan Pemerintah Desa untuk membangun Perekonomian warga melalui PT Gulanas tersebut,” tuturnya. 

Menurut Supriyanto, ada banyak keuntungan dari pendirian UKM PT Gulanas di Malangjiwan tersebut, yakni bisa mendukung visi-misi mewujudkan Satu RW Satu Sarjana.

“Kedua kita ingin mendirikan home industri gula, serta ke tiga kita ingin menghidupkan petani tebu di Malangjiwan yang sudah puluhan tahun tidak menanam tebu, ke empat karena PG Gondang baru sudah tutup maka dari itu kita gelorakan lagi swasembada gula di Klaten,” jelasnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00