Warga Miskin di Kota Jogja Meningkat

KBRN, Yogyakarta : Dampak pandemi Covid 19 yang telah terjadi 10 bulan lebih sejak bulan Maret tahun 2020 di Kota Yogyakarta berdampak pada kenaikan jumlah warga miskin.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta  Maryustion Tonang mengatakan, dampak yang diakibatkan adanya pandemi covid 19 hingga saat ini menambah jumlah warga terdampak yang masuk dalam data Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) Kota Yogyakarta sebanyak 8,53 persen.

Dinsosnakertrans mencatat, dari data pada tahun 2020 dengan jumlah pemegang KSJPS 14.359 KK atau 45.725 jiwa, naik menjadi 15.584 KK atau 48.269 jiwa. Maryustion menambahkan, keseluruhan data penerima manfaat program tersebut akan mendapatkan kartu KSJPS yang ditargetkan selesai 31 Januari mendatang.

"Saat ini dari sisi tatakala, dari sasaran program KSJPS di bulan Januari untuk distribusi terhadap kartu tersebut ke wilayah kecamatan," katanya.

Penerima manfaat bantuan sosial dampak pandemi Covid 19 baik dari pemerintah pusa, daerah maupun Kota, akan disandingkan. Sehingga jika terjadi kesalahan atau terdapat data KSJPS yang tidak menerima bantuan akan mendapatkan bantuan sosial tunai menggunakan APBD Kota Yogyakarta.

"Ketika dari BST pusat ada yang belum tercover ketika kita sandingkan dengan data KSJPS itu dicover BST bersumber APBD Kota. Kalau rincian secara total sama Rp1,2juta, kalau pusat Rp300 ribu selama 4 bulan, BST APBD Rp200 ribu selama 6 bulan," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Disnakertrans Kota, Tri Maryatun menyebutkan, data penerima bantuan sosial terutama untuk bantuan program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat mengalami penurunan.

Hal tersebut dijelaskannya, terjadi akibat adanya KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang belum terdistribusi, dalam satu Data Terpadu Keluarga Sosial (DTKS) terdapat 2 penerima, maupun NIK tidak valid.

"Jumlah sembako 2020-2021 ada penurunan, sekitar 2.400 dari 20.804 di tahun 2020 menjadi 18.421 penerima," imbuhnya. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00