Seminggu Diberlakukan, 619 Pelanggaran Selama PTKM di DIY

Noviar Rahmad, Kasat Pol PP DIY

KBRN, Yogyakarta : Satpol PP DIY terus melakukan pengawasan pelaksanaan Ingub DIY Nomer 2 tahun 2021 tentang Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM‎). 

Kasat Pol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan berdasar pengawasam Sat pol PP DIY dan Kabupaten Kota selama sepekan hingga senin malam kemarin masih ditemukan banyak pelanggaran, didominasi pelanggaran jam tutup operasional tempat usaha maksimal jam 19 dan kapasitas maksimal 25 persen di tempat makan. 

Dari 619 pelanggaran yang ditemukan Satpol PP DIY dan Satpol PP kabupaten kota, 240 an diberi surat peringatan dan 15 tempat usaha di tutup 3x24 jam karena tidak memperbaiki diri setelah sehari sebelumnya ditemukan melanggar aturan. 

"Di bantul 159 pelanggaran, 5 tempat usaha ditutup sementara yaitu rumah makan restoran. Kulon Progo 112 pelanggaran, Kota Jogja 94 pelanggaran. Gunungkidul 24 pelanggaran. Sleman belum konfirmasi, tapi pastinya lebih tinggi," jelasnya, Selasa, (19/1/2021). 

 Tingginya pelanggaran ini bukti kalau masyarakat belum patuh memenuhi ketentuan pstkm. 

"Kami berharap seminggu kedepan lebih patuh. Karena pemerintah pusat sudah me"warning" pemda, kalau pelanggaran tinggi, masih akan diperpanjang. Tentu kita tidak mau itu, karena ekonomi yang terdampak," tegas Noviar.

Noviar menambahkan selama PSTKM ditemukan pula tempat usaha yang mengelabui petugas, dengan mematikan lampu di bagian depan namun di dalam dan bagian belakang masih beroperasi. 

"Selama pengawasan ini secara fakta, pusat perbelanjaan mall dan toko modern berjejaring lebih disiplin menerapkan aturan pstkm," lanjutnya. 

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menegaskan pemerintah pusat bisa memperpanjang kebijakan pemberlakuan pelaksanaan kegiatan masyarakat ppkm di jawa bali jika masyarakat tidak patuh menjalankan aturan pengetatan itu. 

Di kepatihan Yogyakarta Sri Sultan mengatakan di DIY pun Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan masyarakat PSTKM yang sedianya berakhir 25 januari akan diperpanjang jika belum ada efek tren penurunan penambahan kasus konfirmasi positif covid19 selama pstkm dijalankan."Sekarang ngrekoso mobilitasnya dibatasi tapi nanti harapan kita setelah 25 januari kan makin baik. Tapi kalau makin jelek pasti diperpanjang," tegasnya. (wur/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00