Malioboro Berface Shield Bangkitkan Ekonomi Yogyakarta

Jajaran kepolisian membagikan Face Shield kepada pengendara yang melintasi kawasan Malioboro
Bantuan Face Shield dan masker di Malioboro

KBRN, Yogyakarta : Sebanyak 7500 face Shield dan 5000 masker dibagikan kepada Pelaku wisata di kawasan Malioboro serta pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut Minggu (19/10/2020).

Berbagai upaya dilakukan untuk tetap menggerakkan perekonomian yang sempat terpuruk di tengah bencana pandemi Covid 19 yang melanda Kota Yogyakarta. 

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti  mengatakan, melalui Malioboro berface Shield gerakan membangkitkan ekonomi Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penerapan protokol kesehatan dengan semakin tingginya kasus terkonfirmasi positif covid tanpa gejala. 

Menurutnya, sebagai kota budaya, kota pelajar maupun kota wisata, Malioboro etalase kota Yogyakarta maupun Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya wajib bermasker, namun pengunjung terutama pelaku wisata yang berada di kawasan Malioboro diharapkan selalu menggunakan Face Shield untuk mencegah penularan virus Corona.

"Untuk menjaga supaya Jogja ini soundnya adalah aman, aman berjualan, aman bertransaksi dan aman bagi para pengunjung. Proteksi adalah kepada warga di kota Yogyakarta, namun dari luar kota Yogyakarta kita minta juga mematuhi Protokol kesehatan yang ada," katanya seusai penyerahan secara simbolis face Shield dan masker di pos jaga Gumaton perlintasan kereta stasiun tugu Yogyakarta.

 Selain wajib bermasker dan menggunakan Face shiel di Malioboro, Haryadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid19 Kota Yogyakarta menegaskan, akan menegakkan protokol arus pengunjung yang sudah ditetapkan di Malioboro. 

Sehingga diharapkan dapat meminimalkan resiko penularan dari kontak fisik akibat berpapasan yang dapat terjadi antar pengunjung di kawasan tersebut. 

"Termasuk aturan-aturan di Malioboro, agar jalur lambat sisi Timur untuk berjalan kaki dari Utara ke Selatan, dan sisi Barat dari Selatan ke Utara. Nanti kita terapkan betul jalur searah agar trafik tidak terjadi papasan sehingga meminimalkan resiko penularan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Purwadi menyebutkan, perkembangan kasus Covid ditengah upaya membangkitkan perekonomian harus diimbangi dengan komitmen bersama baik pemerintah, TNI, Polri terutama masyarakat untuk memutus rantai penularan melalui protokol kesehatan.

"Untuk mencegah perkembangan Covid di masyarakat, protokol kesehatan harus selalu dilakukan sehingga para pelaku ekonomi pariwisata dalam notabene hampir setiap hari keluar masuk Jogja bisa kita lindungi

Mencermati permasalahan ini, kami dari Polresta dan rekan-rekan Walikota, Kadalops, termasuk rekan-rekan yang lain, kami ikut berusaha ikut memutus rantai penyebaran tersebut. Agar masyarakat yang akan datang ke Jogjakarta benar-benar mendapatkan jaminan, biisa mendapatkan kenyamanan untuk bisaa menjalankan aktifitas di Malioboro," jelasnya.

Menurutnya, selain gerakan Malioboro berface Shield, berbagai program juga telah dilakukan seperti kampus tangguh, maupun transportasi tangguh untuk memberi keamanan dan kenyamanan wisatawan maupun pelajar yang akan ke kota Yogyakarta dari potensi penularan Covid 19.

Sementara itu, pembagian Face Shield dan masker yang merupakan bentuk Tanggungjawab sosial dan lingkungan "program bina lingkungan" PT KAI DAOP VI Yogyakarta secara simbolis diserahkan kepada anggota kepolisian oleh Walikota Yogyakarta, Kapolresta, komandan Kodim 0734 Yogyakarta Kolonel Armed Tejo Widuro serta KAI untuk dilakukan pembagian kepada warga di kawasan Malioboro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00