Akibat Kekeringan, Warga Gunungkidul Harus Impor Air

Warga Berebut Air

KBRN, Gunungkidul : Musim kemarau yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh sebagian warga di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta.

Warga di beberapa desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa harus mengimpor atau membeli air dari wilayah Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah.

Lurah Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Giyarno mengatakan, kekeringan berdampak pada 1.176 kepala keluarga, yang terkenal di 13 padukuhan di wilayah tersebut. 

Masyarakat yang sebagaian besar berprofesi sebagai petani terpaksa harus membeli air dari tangki swasta untuk mencukupi kebutuhan hidup, dengan harga Rp100 ribu hingga Rp120 ribu.

Warga ada yang membeli air dari wilayah Girisubo atau kawasan Pantai Sadeng, Namun ada yang terpaska membeli dari wilayah Wonogiri Jawa Tengah.

“Satu tangki bisa kita pakai untuk 7 hingga 10 hari. Untuk konsumsi, mencuci dan memberi makan teriak,” kata Giyarno kepada rri.co.id, Selasa (15/9/2020).

Dia menambahakan, sebenarnya wilayah Songbanyu sudah terdapat sambungan air bersih dari PDAM. Namun hingga kini pasokan air belum sepenuhnya dapat dinikmati warga. 

“Distribusi air masih digilir. Kadang tiga hari sekali. Kadang juga seminggu cuma mengalir satu kali,” paparnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan,  ada 14 kapanewon yang mengalami potensi kekurangan air bersih.  Ada 37 ribu 234 KK di 70 kelurahan di Gunungkidul yang membutuhkan air bersih.

“Hingga hari ini sudah 812 rit yang sudah kita distribusikan ke masyarakat yang terdampak kekeringan di Gunungkdul,” katanya. (wib/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00