Wakil Walikota Yogyakarta : Saatnya Saling Mengingatkan

Wakil Walikota Yogyakarta ketika meninjau kesiapan protokol kesehatan di taman pintar (25/6/2020)

KBRN, Yogyakarta : Presiden Joko Widodo pada hari Selasa (4/8/2020) telah menandatangani Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020  tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 untuk memperkuat dan meningkatkan efektifitas pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari tingkat pusat hingga seluruh daerah provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.

Dengan adanya instruksi presiden tersebut semakin memperkuat landasan hukum penegakan disiplin protokol pencegahan Covid Kota Yogyakarta yang sebelumnya telah tertuan dalam Perwal 51 tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease-19 Pada Masa Tatanan Normal Baru di Kota Yogyakarta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja  (Satpol PP) Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, meski pengaturan sanksi bagi pelanggar disiplin protokol telah dituangkan dalam Perwal, namun langkah persuasif masih diutamakan untuk pendisiplinan masyarakat.

"Selama ini kita tetap utamakan dengan sosialisasi dan edukasi termasuk fasilitasi masih. Jadi ketika orang ditemukan tidak pakai masker kalau bawa kita suruh pakai kalau tidak bawa kita kasih masih seperti itu," katanya, Sabtu (8/8/2020).

Sebagian besar masyarakat menegakkan protokol, hanya saja dijelaskan Agus, berdasarkan pantauan selama ini masih ditemui di fasilitas umum maupun destinasi wisata seperti kawasan malioboro, terdapat beberapa pengunjung yang belum mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan dengan alasan dari luar kota.

"Sanksi sosial dan lain-lain belum, kalau diketemukan baru kita tanyain dia seperti itu dan saya kira dengan dilihat orang banyak seharusnya udah malu. kebanyakan yang kayak di wilayah Malioboro belum tahu karena dari luar kota. Kalau yang di warung-warung kita melihat masih menjaga, dan secara fisik ada fasilitas cuci tangan, cuman untuk warung kecil memang belum punya thermogun. Instruksi Presiden nanti kita lihat perkembangan kalau diperlukan jika dari pusat harus sampai daerah nanti tentu ada revisi dan disesuaikan," ungkapnya.

Disisi lain, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan, semangat Inspres dalam upaya mendisiplinkan masyarakat dengan menerapkan sanksi teguran, sanksi sosial maupun denda semakin menguatkan Perwal.

"Ssaya kira mungkin semangatnya hampir sama, dan di Pemkot akan memperkuat dari apa yang kita lakukan, dan mungkin selama ini banyak yang bertanya-tanya seberapa jauh kekuarannya, ini semakin menguatkan landasan hukum kita karena sudah ada Pergub dan Inpres sehingga semakin memungkinkan untuk mengabil tindakan," jelasnya.

Menurutnya, aturan-aturan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam membangun kembali semangat masyarakat untuk tetap menegakkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona, terutama untuk menekan perkembangan kasus Covid di Kota Yogyakarta yang terjadi baik dari skrining, tresing maupun transmisi lokal.

"Perwal Inpres dan segala macam itu kan sebenarnya agar masyarakat tetap terbangun semangatnya," tambahnya.

Peran Masyarakat

Heroe Poerwadi mendorong masyarakat untuk tetap terlibat dalam penyelesaian kasus Covid 19 terutama untuk menumbuhkan kesadaran bersama terkait pentingnya penegakkan protokol dengan saling mengingatkan, saling menjaga dan saling melindungi.

"Jika mengetahui disekitarnya yang tidak pas dengan prtokol covid harus ikut menegakkan protokol covid dengan mengingatkan mereka yang tidak menjalankan protokol. kalau kita tidak melakukan bersama-sama seperti yang selama ini kita lakukan dengan keterlibatan masyarakat sehingga jogja kasus tidak banyak," ujarnya.

Setelah pada awal keterlibatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas cuci tangan, penyemprotan desinfektan, dijelaskan Heroe keterlibatan masyarakat pada masa saat ini adalah untuk saling mengingatkan.

Disetiap tahapan persoalan beda-beda, sekarang ini adalah tahapan untuk mengingatkan kesadaran untuk menggunakan protokol Covid. Kalau sebelumnya menyiapkan cuci tangan, desinfektan, monitoring, berbagi sembako dan sekarang ini persoalannya adalah agar masyarakat masih mau menggunakan protokol Covid dengan baik," jelasnya.

Secara umum Heroe menyebutkan, kedisiplinan masyarakat untuk menegakkan protokol kesehatan sudah bagus, tetapi masih terdapat permasalahan pada pengguna jalan yang ditemui tidak mengenakan masker dengan baik, maupun masih terjadinya kerumunan.

"Sebagian besar sudah menggunakan masker tapi kadang-kadang belum. Nah itu yang kadang-kadang kita harus mengingatkan dan yang diingatkan harus ikhlas juga, bahwa ini adalah keselamatan kita bersama. Kalau kita bicara soal kehidupan ekonomi, kalau kita semua menggunakan protokol covid semua, Insyaallah kehidupan itu akan berjalan bersama-sama dengan kesehatan dan keselamatan, jangan kemudian kalau kita kerja terus mengabaikan protokol Covid," pungkasnya.

kesadaran sedcara umum bagus tapi kalau kita melihar dijalanan masih ditemui beberapa masker tidak dipakai dengan baik atau berkerumun, masih kita temui adalh berkerumunnya, sebagian besar sudah menggunakan masker tapi kadagn2 belum ha itu yang kadang2 kita harus mengingatkan dan yang diingatkan harus iklas juga bahwa ini adalah keselamatan kita bersama . kalau kita bicara soal ejkonomi kehiduapn kalau kita semua menggunakan protokol covid semua insyaallah kehidupan itu akan berjalan bersama2 dengan kesehatan dan keselamatan, jangan kemudian kalau kita jerja terus mengabaikan protokol covid. (ian/ryt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00