11 Ribu Paket Dana Bansos DIY Tak Tersalurkan

Sekda DIY Kadarmanto Baskoro Aji/ist

KBRN, Yogyakarta : 11 ribu paket dana bansos tahap pertama dari Pemda DIY tidak tersalur. DPRD DIY dukung pembersihan data ulang penerima bansos.

Sekda DIY Kadarmanto Baskoro Aji mengatakan, bansos untuk 11 ribu kepala keluarga tidak tersalur karena beberapa faktor, yaitu ada yang sudah menerima bantuan dari skema lain, warga penerima telah memiliki pekerjaan sehingga menolak dana bantuan tersebut, penerima sedang sakit, atau sedang perjalanan ke luar kota.

Baskoro Aji menyebut pihaknya akan memverifikasi ulang data penerima bansos DIY itu, agar tidak lagi ada data ganda, dan semua warga yang membutuhkan dipastikan menerima bantuan.

Bagi warga yang tidak mengambil bansos karena sakit atau keluar kota akan diundang kembali pada penyaluran bantuan berikutnya//

"Kita kok optimis bahwa orang yang berhak itu sudah mendapatkan, tetapi untuk memastikan ini tadi kita sepakati bahwa Kabupaten Kota akan mengirimkan data yang sudah diberikan oleh mereka baik oleh kabupaten atau desa. Kemudian dari data mereka nanti akan dikumpulkan di Provinsi akan dilakukan cleansing," katanya usai rakor evaluasi penyaluran bansos di Kepatihan Yogyakarta , Jumat (3/7/2020).

Disisi lain, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan, data penerima bansos memang harus diverifikasi ulang, agar anggaran yang sudah disiapkan benar-benar tersalur sebagaimana mestinya.

"Ya dicleansing ulang cuman ya double, belum menerima gitu. Kita bisa menentukan kebijakan yang pas itu seperti apa," imbuhnya di DPRD DIY.

Dilain pihak, menurut Huda, selain bansos tunai, dukungan ungkitan ekonomi juga sangat diperlukan, bahkan dinanti masyarakat, agar dapat segera kembali normal.

"Poinnya adalah kita tidak boleh lama-lama berbansos ini ya kan, kita poinnya adalah bagaimana agar Jogja segera bangkit kembali secara ekonomi. Karena saya yakin rekan-rekan, saudara-saudara kita ini menerima bansos itu karena terpaksa bukan karena ingin, tapi ya mereka lebih suka bekerja, jualan. Jualannya untung kemudian mereka bisa tetap eksis," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kulonprogo, Y Iriyanto saat menerima kunjungan Komisi D DPRD DIY beberapa waktu lalu menjelaskan pihaknya menolak menandatangani berita acara bantuan sosial dari Pemda DIY,  untuk penyandang disabilitas sebanyak 156 paket senilai 300 ribu dikali dua bulan, dan bantuan tersebut dikirim by name by address untuk diproses selama dua bulan.

Namun, setelah dilakukan pengecekan, ke 156 nama penerima itu telah tercatat sebagai penerima bantuan lain baik PKH , atau yang lainnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, keputusan tidak menandatangani berita acara itu, telah melalui koordinasi dengan pihak inspektorat. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00