Dua Orang Warga Kokap Kena Hukuman Sosial Akibat Sebarkan Berita Tidak Benar

KBRN, Kulon Progo : Akibat ulahnya menyebarkan berita bohong dua orang warga Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, bernama Tukijo, berumur 58 tahun dan Suwarjiyo umur 43 tahun akhirnya mendapatkan sanksi sosial. Mereka berdua harus menempelkan pengumuman permintaan maaf di sejumlah titik di Kapanewon Kokap, Pengasih dan Wates. 

Mereka harus menjalani sanksi sosial karena dinilai telah menyebarkan informasi tidak benar tentang tetangganya seorang warga Kalurahan Hargowilis Berinisial T yang diindikasikan tertular Covid-19 namun akhirnya hasil test selanjutnya menunjukkan negatif.

Terkait Hal ini, Lurah Hargorejo Adi Purnomo mengatakan, selain menempelkan pengumuman permintaan maaf, mereka juga harus aktif dalam memperbaiki hubungan keluarga besar T dengan masyarakat yang resah akibat berita tersebut.

"Mereka juga harus aktif mengedukasi masyarakat tentang berbahayanya berita bohong atau berita Hoax," kata Lurah Hargorejo, Adi Purnomo, (2/6/2020).

Adi Purnomo, aksi permintaan maaf kedua warganya tersebut, berawal dari adanya seorang warga Kelurahan Hargowilis berinisial T, yang harus menjalani pengawasan Covid-19 di RSUD Wates antara April hingga Mei 2020 setelah rapid diagnostic test (RDT) menunjukkan hasil reaktif. Langkah dari rumah sakit ini karena warga tersebut memiliki riwayat perjalanan untuk mengikuti aktivitas keagamaan di Gowa, beberapa waktu lalu. 

Setelah dilakukan swab, ternyata hasil yang keluar yaitu T negatif covid-19 dan kemudian diperbolehkan pulang. Namun belakangan, tersebar kabar sebaliknya jika T positif terinfeksi Corona. Setelah dicari tahu, kabar itu diawali dari Tukijo dan Suwarjiyo.

Terkait tentang info tidak benar itu, Tukijo menjelaskan jika dirinya sebenarnya tidak memiliki niat menyebar berita bohong mengenai tetangganya tersebut. Pada awalnya, dirinya hanya berniat mengingatkan keponakannya yang tinggal di wilayah dekat dengan T agar hati-hati dengan potensi penyebaran Covid. Namun entah kenapa pesan kepada keponakan dirasa terburu-buru.

"Menyesal sekali karena terlalu terburu-buru dan akhirnya keluarga T tidak nyaman. Saya sangat meminta maaf," kata Tukijo.

Senada dengan Tukijo, Suwarjiyo juga mengaku tidak bermaksud untuk mencemarkan tetangganya. Apalagi T sebenarnya kerabat yang sangat dekat dengan dirinya. 

“Saya khilaf dan juga minta maaf atas hal ini” ungkap Suwarjiyo.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Kokap AKP Sujarwo membenarkan perbuatan kedua warga tersebut. 

"Mereka sudah minta maaf kepada kepada publik," ungkap AKP Sujarwo (hrn/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00