Perubahan Mental Pada Masa Tatanan Kehidupan Baru

KBRN, Kulon Progo : Indonesia bersiap memasuki fase new normal atau juga dikenal dengan tatanan kehidupan baru. Maka dari itu perlu penyesuaian karena fase Tatanan Kehidupan Baru dijelaskan sebagai keadaan yang sebelumnya tidak biasa atau familiar yang kemudian dijadikan standar, kebiasaan atau ekspektasi.

Terkait Tatanan Kehidupan Baru, Wakil Bupati Kulon Progo Terpilih, Fajar Gegana menilai, fase tersebut merupakan perubahan dunia yang baru ditengah masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

"Ini adalah revolusi mental dimana kita kembali melakukan aktifitas dengan memperkuat mental kita masing-masing," ujar Fajar Gegana di Kulon Progo Jumat (29/5/2020).

Mental yang diperkuat, lanjutnya, yang terkait protokol kesehatan Covid-19 seperti mental menjaga imunitas tubuh, mental bekerja dengan teknologi. Mental untuk protokol kesehatan seperti yang dilakukan selama pandemi Covid-19 ini dengan cara terus menerus dengan kesadaran, seperti kesadaran cuci tangan, kesadaran physical distancing, kesadaran wajib masker, dan lainnya. Sedangkan mental menjaga imunitas adalah menjaga kesehatan tubuh agar tetap fit, mengatur pola istirahat dan makan makanan yang bergizi. 

"Untuk itu masyarakat yang mendapat bantuan, sebaiknya membelanjakannya untuk kebutuhan gizi terutama bagi anak agar imunitasnya baik dan dapat beraktifitas dengan normal," ungkapnya.

Mental lainnya adalah mental teknologi sebagai sarana Tatanan Kehidupan Baru dimana semuanya harus siap berteman dengan teknologi dalam dalam fase ini karena bisa bekerja seperti biasanya namun dengan memanfaatkan teknologi seperti teleconference, belanja online, belajar online. Ada juga pemanfaatan teknologi robotic seperti pintu otomatis atau lift dengan tombol khusus dengan tujuan menjaga agar manusia tidak kontak dengan barang yang berpotensi terpapar virus.

Fajar Menjelaskan, Revolusi Mental adalah dasar kesadaran terhadap fase Tatanan Kehidupan Baru ditengah pandemi covid-19. Jika semua dilandasi kesadaran masing-masing maka fase ini bisa dilakukan dengan baik. 

"Apalagi pendidikan sekarang ini dimana murid banyak dirumah dan banyak menghabiskan waktu yang tidak efektif bagi dunia pendidikan," ungkap Fajar.

Maka dari itu harapannya sekolah-sekolah bisa segera dibuka kembali dengan protokol kesehatan misalnya satu kelas dibagi 2 untuk physical distance. Tentunya diikuti dengwn juga mengubah jam belajar menjadi 2, semisal pagi dan sore. 

"Semua harus dilandasi mental kesadaran antara guru dan murid atau wali murid, mengingat keadaan Tatanan Kehidupan Baru masih ditengah pandemi covid19," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo Y Irianto mengatakan, Tatanan Kehidupan Baru bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kulon Progo adalah pemerintahan tetap berjalan. Begitu juga dengan pelayanan publik.

"Intinya pandemi virus covid-19 sudah diperhitungkan dalam pelayanan publik. Sehingga nanti kami akan menetapkan Standar Operasional Prosedur dengan tetap memperhitungkan protokol kesehatan pencegahan covid-19," ujarnya. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00