Gereja Kristus Raja Baciro Bawa Indahnya Keberagaman dalam Dialog Kebangsaan

KBRN, Yogyakarta : Keberagaman suku, agama, RAS, dan golongan menjadi kekuatan dan keindahan yang dimiliki Indonesia, hal tersebut pula yang menjadi salah satu bagian keistimewaa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Indonesia Mini.

Memandang Indahnya Keberagaman yang ada di DIY, Gereja Kristus Raja Baciro Kota Yogyakarta pada momentum memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia akan menggelar Dialog Kebangsaan yang mengusung tema "Harmony in Diversity untuk Jogja Istimewa" yang digelar pada hari Jumat (19/8/2022).

Seksi Acara Dialog Kebangsaan Gereja Kristus Raja Baciro, Hastho Prakoso mengatakan, momentum kemerdekaan ini menjadi upaya Gereja untuk dapat hadir di tengah masyarakat terutama dalam upaya membangun kekuatan dan kepedulian terhadap beragam persoalan kebangsaan.

"Hadir di tengah masyarakat melalui ajaran sosial gerejanya, untuk ajur ajer nyawiji dengan semua komponen masyarakat menjaga NKRI berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," katanya, Senin (15/8/2022).

Dalam dialog kebangsaan ini akan menghadirkan pembicara seperti Uskup Agung Semarang Mgr. (Monsinyur) Robertus Rubiyantmoko, Tokoh Nasional dan Kebangsaan GKR Hemas yang juga Anggota DPD RI, Tokoh Pendidikan dan Agama Rektor UIN Yogyakarta Prof. Dr. Phil. Al Makin, serta perwakilan umat Gereja Kristus Raja Baciro yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta Katarina Endang Sawestri, S.H.

"Harapannya ini memperkokoh kebhinekaan, memperkokoh semangat persatuan dan menjadikan Jogja tetap sebagai provinsi yang City of Tolerance," ungkapnya.

Sebagai City of Tolerance, menurut Hastho Yogyakarta pasti tidak bisa lepas dari permasalahan-permasalahan, akan tetapi hal tersebut menjadi hal kecil.

"Kami tetap percaya mayoritas masyarakat DIY itu tetap cinta damai dan tetap menjunjung tinggi adanya perbedaan," imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Gereja Kristus Raja Baciro, Romo Fx. Alip Suwito, Pr mengatakan, Dialog Kebangsaan yang akan digelar merupakan salah satu bagian dari 5 bidang prioritas yang diupayakan dan tertuang dalam arah dasar Keuskupan dalam tahun 2021-2025.

"Soal kekatholikan, kerasulan, lalu kebangsaan, kerjasama dan sinergis serta profesionalitas, ada yang baru kita upayakan adalah tentang kebangsaan dengan dua hal soal nasionalisme dan patriotisme," ujarnya.

Melalui tokoh-tokoh yang akan hadir dalam kegiatan tersebut diharapkan, terbangun sinergi dialog dan mampu mewakili nilai-nilai kebangsaan yang terus dijaga dan diperkuat.

Ia menambahkan, kegiatan lintas iman maupun budaya menjadi salah satu agenda rutin yang digelar setiap tahun akan tetapi dalam kegiatan yang akan digelar nanti diharapkan semakin meneguhkan kekuatan dan memahami keberagaman yang ada di DIY maupun Indonesia.

"Bahwa mencintai NKRI selain harga mati ya kita benar-benar harus totalitas mencintai negara kita sehingga harapannya nantinya keempat pembicara ini memberi ruang-ruang wawasan baru bagaimana membangun sinergi dengan masyarakat, mapun para tokoh yang benar-benar membawa Indonesia seperti yang diharapkan pemimpin kita," jelasnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Dialog Kebangsaan Gereja Baciro Aloysius Yulianto Andri menambahkan, dalam kegiatan tersebut yang akan dihadiri peserta sejumlah 300 orang dan terdiri dari umat Katholik Gereja Kristus Raja Baciro, tokoh agama, dan lintas iman, juga akan dimeriahkan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan pakaian adat dan ciri khas agama/kepercayaan masing-masing.

"Pada saat dialog nanti akan ada pertunjukan seni dari lintas agama, lintas iman maupun kepercayaan dan arak-arakan bendera merah putih yang dibawakan dari 34 provinsi," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar