Perhatikan Dampak Berkepanjangan Polemik Jilbab, Wakil Ketua DPRD Berharap Solusi Saling Bermaafan Diambil

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana

KBRN, Yogyakarta : Solusi polemik jilbab siswa SMA N 1 Banguntapan, Bantul sebaiknya dimulai dengan saling bermaafan. 

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengharapkan, antara bapak ibu guru dengan siswi dan orangtua wali masing-masing bisa saling bermaafan atas semua yang sudah terjadi. 

Menurutnya, tidak ada yang salah dari saling bermaafan bahkan saling menyambung silaturahmi. Hal tersebut merupakan budaya yang adiluhung dan dianjurkan semua agama. 

"Tidak ada salahnya bila seorang guru atau kepala sekolah minta maaf pada muridnya atau orang tua. Dengan guru minta maaf berarti mengajarkan sifat ksatria pada muridnya," kata Huda, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/8/2022). 

Bahkan sangat mulia juga jika seorang siswa atau orang tua minta maaf pada gurunya. Sikap menghormat pada orang yang lebih tua, apalagi kepada gurunya adalah sikap yang baik, karena bagaimanapun juga guru mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Tidak ada mantan guru bagi seorang siswa.

"Harapan saya dengan saling bermaafan akan mendinginkan suasana dan lebih mudah fokus pada solusi permasalahan. Apalagi ini di Yogyakarta, yang sangat menjunjung budaya luhur dan toleransi," ungkapnya.

Huda mengungkapkan, kalau hanya mencari kesalahan sampai sangat detil satu persatu apalagi dalam permasalahan yang cukup sensitif, dikhawatir akan memancing polemik panjang dan melebar kemana mana.

Kalau perbedaan yang ditonjolkan tentu akan meruncingkan permasalahan dan bisa juga menjadi konflik sosial. Jangan sampai itu terjadi. 

"Saya juga khawatir jika polemik ini semakin runcing akan berakibat negatif bagi siswa, karena tentu ada tekanan bathin karena masalahnya membesar," imbuhnya.

Bahkan, bagi guru dan dunia pendidikan saya juga khawatir akan menimbulkan  ketakutan massal bagi guru dan dunia pendidikan, karena jika ada kesalahan sedikit saja akan dipermasalahkan sedemikian besar.

"Solusi masalah ini kita percayakan pada Disdikpora, saya yakin rekan-rekan dinas akan mampu memberikan solusi terbaik bagi siswa dan menegakkan aturan yang berlaku. Saya mendorong dinas menegakkan aturan secara proporsional dan profesional. Jika ada kesalahan silakan diberikan sanksi secara proporsional," terangnya. Ia juga berharap, Disdikpora bisa segera menyelesaikan masalah ini dimulai dari memfasilitasi pertemuan, rekonsiliasi dan saling memaafkan ini. Sekaligus memberikan solusi terbaik, karena ini memang tupoksi dinas Dikpora. 

"Jangan sampai berlama-lama karena dikhawatirkan ada pihak pihak yang ingin memperlebar masalah ini dan tidak berorientasi pada solusi. Jangan sampai juga melebar sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial," pungkas Huda Tri Yudiana, Wakil ketua DPRD DIY.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar