Sanggar Kuldance ULD Kulon Progo Gelar Baksos & Dukung Kebaya di Akui UNESCO

Ketua sanggar Kuldance serahkan bantuan secara simbolis
Pemotongan tumpeng HUT Sanggar Senam Kuldance ULD Kulon Progo

KBRN, Kulon Progo : Memperingari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 dan ulang tahun ke-5 Sanggar Senam Kuldance Universal Line Dance (ULD) Kulon Progo, menyalurkan bantuan sosial kepada anak yatim piatu.

Bantuan uang tunai jutaan rupiah, diserahkan secara simbolis oleh Ketua Sanggar Senam Kuldance, Endang S Kuswadi kepada Dir Program LazisNU Kulon Progo Wahyu Widodo, di Bojong Panjatan Kulon Progo, Minggu (7/8/2022).

Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Ketua DPC PDIP Kulon Progo Fajar Gegana, didampingi Istri dan member Sanggar Senam Kuldance.

Usai kegiatan, Ketua Sanggar Senam Kuldance, Endang S Kuswadi berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban anak Yatim Piatu yang ada di Kulon Progo. 

"Harapannya apa yang kami berikan ini bisa membantu mereka yang membutuhkan," ungkap Endang S Kuswadi, Minggu (7/8/2022).

Dalam ulang tahun yang Ke-5, seluruh peserta yang hadir khususnya member Kuldance Kulon Progo, mengenakan Kebaya. Tujuannya untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO dan bisa diakui sebagai budaya asli Indonesia.

"Kegiatan kami ini akan di foto, dan dikirimkan sebagai bagian dari partisipasi dan dukungan Kebaya Goes to UNESCO. Kami harap kebaya bisa diakui oleh dunia sebagai warisan dari Indonesia," terangnya.

Sedangkan, Ketua DPC PDIP Kulon Progo, Fajar Gegana mengapresiasi keberadaan Sanggar Senam Kuldance Kulon Progo. Selain sebagai olahraga, ULD Kuldance Kulon Progo juga memiliki kegiatan yang positif, seperti memberi bantuan sosial pada anak yatim-piatu melalui Lazisnu. 

"Lazisnu merupakan lembaga penyalur bantuan yang bisa dipercaya. Nantinya dana yang dihimpun juga bisa dikembalikan kepada masyarakat Kulon Progo lagi," ungkap Fajar.

Fajar jug mengapresiasi Sanggar Kuldance Kulon Progo yang mendukung Kebaya bisa di akui UNESCO menjadi warisan budaya tak benda dari Indonesia. 

"Kuldance dalam bersenam memang memakai lagu kekinian. Namun mereka tidak lupa terhadap budaya sendiri yaitu Kebaya. Saya mengapresiasi upaya Kuldance yang mendukung Kebaya jadi warisan budaya tak benda dari Indonesia yang diakui Dunia," tutur Fajar. (hrn).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar