Cegah Hoax Harus Dilakukan Berkesinambungan

Foto: Kominfo

KBRN, Yogyakarta : Pesatnya infomasi yang berkembang di masyarakat saat ini tidak bisa dihindari terutama di tengah perkembangan digitalisasi yang terjadi. Bahkan tidak bisa dipungkiri informasi yang tidak benar atau hoax sangat mudah dan cepat menyebar.

Anggota Komisi A DPRD DIY Stevanus C Handoko kepada RRI mengungkapkan, pencegahan dan penanggulangan informasi tidak benar atau hoax harus dilakukan secara berkesinambungan termasuk bijak bermedia sosial.

“Cara terpenting agar dapat terhindar dari informasi hoax ialah dengan tidak langsung mempercayai informasi yang diterima,” tandasnya, Sabtu (21/5/21022).

Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia itu membeberkan, peran pemerintah sangat penting dalam memberikan edukasi dan sosialisasi, akan tetapi hal tersebut masih sangat diperlukan peran serta swasta, lembaga pendidikian, serta masyarakat itu sendiri.

Ia juga berharap Pemda DIY membuat Perda yang lebih detail dan komperhensif mengikuti perkembangan zaman.

Di sisi lain, pakar Teknologi Informasi Kalamullah Ramli dari Kementerian Kominfo menyebutkan, dari sekitar 277juta penduduk Indonesia, penggunaan gawai mencapai 370juta atau 133persen dengan sekitar 73persen pengguna internet dan 70 persen pengguna aktif medsos.

Menurutnya, perkembangan teknologi di Indonesia memiliki dampak positif seperti potensi ekonomi, namun juga harus menjadi perhatian serius dari dampak negatif, baik sisi keamanan data, maupun konten-konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (ws-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar