Vaksin Door to Door, BINDA DIY Sasar Orang Dengan Keterbatasan

Vaksinasi Door to Door pada Lansia (ist)
Vaksinasi pada lansia (ist)

KBRN, Kulon Progo : Upaya vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan di Kulon Progo. Dinas Kesehatan Kulonprogo bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY, kembali menggelar vaksinasi dengan sistem jemput bola. Sasarannya yakni para lansia, penyandang disabilitas bahkan juga orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). 

Koordinator Vaksinasi Covid-19 Kuloprogo BINDA DIY, Wury Atmaja mengatakan, yang terbaru, digelar vaksinasi di dua lokasi, yakni di Pedukuhan Kleben, Kalurahan Kaliagung, dan Pedukuhan Kradenan, Kalurahan Srikayangan. Di Pedukuhan Kleben, vaksinasi menyasar pada target 110 dosis, dengan rincian 90 dosis pertama dan 20 untuk dosis kedua. 

"Sedangkan di Pedukuhan Kradenan, kami menyasar sekitar 100 orang untuk dosis pertama dan kedua. Kami fokus dengan jemput bola, dengan sasaran orang dengan keterbatasan, seperti lansia, disabilitas hingga ODGJ," kata Wury Atmaja, di Kulon Progo, Rabu (8/12/2021).

Wuri menjelaskan, vaksinasi tersebut merupakan bentuk dukungan BIN kepada pemerintah dalam upaya mewujudkan kekebalan komunal (Herd immunity). 

"Kami targetkan pada akhir tahun nanti, warga Kulon Progo sudah mendapat vaksinasi Covid-19 minimal tahap pertama. Jadi Kegiatan ini juga sebagai bentuk antisipasi ancaman gelombang ketiga," terangnya. 

Menurut Wury, dalam vaksinasi tersebut pihaknya juga edukasi warga agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Masyarakat diminta tetap menjaga diri dan menghindari kerumunan. Mereka juga diminta tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.  

"Dengan capaian vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo hingga 86,4 persen untuk dosisi pertama dan 75,3 untuk dosis kedua, Binda DIY optimistis Herd Imunity tercapai di akhir tahun 2021," ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kleben, Priyono mengatakan, di wilayahnya memang masih banyak yang belum mendapatkan vaksinasi karena sudah berusia lanjut. Bahkan ada juga yang merupakan penyandang disabilitas dan beberapa lainnya mengalami gangguan kejiwaan. 

"Berkat vaksin door to door tersebut, masyarakat merasa sangat terbantu," katanya. 

Sedangkan salah seorang warga Kleben, Tukirin, menyambut positif vaksinasi door to door tersebut karena mampu menjangkau masyarakat yang banyak mengalami keterbatasan.

"Terima kasih, kami bisa vaksin gratis tanpa harus datang ke puskesmas," katanya.(hrn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar